Bisnis / Energi
Minggu, 26 April 2026 | 09:54 WIB
Pembangunan PLTS terus dimasifkan untuk traget 100 GW
Baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS sebesar 100 GW dalam kurun waktu 2026 hingga 2028 demi memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang Solartech Indonesia 2026 di Jakarta sebagai langkah strategis mendukung target transisi energi bersih.
  • PLN Indonesia Power menyatakan kesiapan mengembangkan infrastruktur energi bersih bersama anak usahanya untuk mewujudkan target pemerintah di masa depan.

Suara.com - Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan. Ambisi besar ini menjadikan PLN Indonesia Power sebagai salah satu motor utama dalam percepatan transisi energi nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam ajang Solartech Indonesia 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 22–24 April 2026. Dalam forum ini, PLN Indonesia Power memperlihatkan kesiapannya mengembangkan energi bersih, khususnya tenaga surya, sebagai bagian dari target besar pemerintah.

Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM Sahid Junaidi menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru yang selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Pembangunan PLTS terus dimasifkan untuk traget 100 GW

"Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan (2026–2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih di Indonesia," ujar Sahid di Jakarta yang dikutip, Minggu (26/4/2026).

Sementara, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa perusahaannya siap mengambil peran strategis dalam mewujudkan target tersebut.

"Partisipasi PLN Indonesia Power dalam event ini menjadi bukti nyata komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem transisi energi. Melalui anak usaha PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services, kami berkomitmen menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian RUPTL melalui pengembangan infrastruktur dan PLTS di seluruh Indonesia," jelasnya.

Partisipasi PLN Indonesia Power dalam pameran ini juga menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem energi bersih di Tanah Air. Sejumlah inovasi ditampilkan melalui anak usaha, mulai dari pengembangan panas bumi hingga solusi pembangkit surya.

Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee menilai ajang ini menjadi momentum penting bagi pertumbuhan sektor energi nasional.

“Pameran internasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan mendukung industri kelistrikan yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

Load More