- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026 secara tahunan.
- Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit perumahan nasional serta dukungan kebijakan prioritas pemerintah pusat.
- Total aset BTN meningkat menjadi Rp517,54 triliun seiring pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan penyaluran kredit yang ekspansif.
Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau melesat 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp904 miliar.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit, khususnya di sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta dukungan pemerintah terhadap program perumahan nasional.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari keberpihakan pemerintah terhadap sektor perumahan yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.
"Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah 4 orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni. Kami berterimakasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, yang dikutip Kamis (16/4/2026).
"Bagi BTN, hal ini bukan hanya memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan dan sesuai prinsip GCG (good corporate governance), tetapi juga menjadi pendorong kami untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat," sambung Nixon.
Secara bisnis, BTN mencatatkan penyaluran kredit mencapai Rp 400,63 triliun per kuartal I/2026 atau tumbuh 10,3 persen yoy dari Rp 363,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, kredit di segmen KPR Subsidi mencapai Rp 193,55 triliun atau naik 7,7 persen yoy. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tercatat sebesar Rp 112,56 triliun atau tumbuh 5,4 persen yoy.
Sementara Hingga kuartal I/2026, Dana Pihak Ketiga BTN mencapai Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen yoy dari Rp 384,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Porsi dana murah atau current account and savings account (CASA) juga meningkat menjadi Rp 212,11 triliun atau naik 7,9 persen yoy, dengan kontribusi mencapai 50,2 persen dari total DPK.
Baca Juga: Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
Sejalan dengan itu, biaya dana (cost of fund/CoF) BTN membaik ke level 3,0 persen dari sebelumnya 4,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut turut mendorong total aset BTN tumbuh 10,5 persen yoy menjadi Rp 517,54 triliun per kuartal I/2026, dari Rp 468,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nixon, pertumbuhan kinerja BTN tidak hanya berdampak pada sektor perbankan, tetapi juga memberikan efek luas terhadap perekonomian nasional, terutama melalui sektor perumahan.
"Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang," jelas Nixon.
Selain itu, BTN juga mencatatkan pertumbuhan signifikan di sisi digital. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak 67,5 persen yoy menjadi 4 juta pengguna dari sebelumnya 2,4 juta pada kuartal I-2025.
"Tentunya kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia dan BP BUMN yang terus mendorong BTN dalam menjalankan noble purpose kami sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional sekaligus tetap memberikan kinerja yang optimal dan berkelanjutan bagi para shareholders," pungkas Nixon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik