- Bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak ketidakpastian global 2026.
- Perang di Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas dan inflasi global yang menekan nilai tukar Rupiah di Indonesia.
- Permintaan domestik dan belanja pemerintah yang kuat menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada kisaran 4,9–5,7 persen.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia 2026.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimis dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah dapat dimitigasi dengan baik. Langkah strategis ini mencakup penguatan kebijakan moneter untuk memastikan pertumbuhan domestik tetap berada pada jalur yang positif di tengah guncangan geopolitik.
"Memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global tersebut mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga ketahanan eksternal, memperkuat stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Perry menuturkan, memburuknya kondisi dunia saat ini tidak lepas dari dampak perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan komoditas global secara signifikan.
Hal ini membuat prospek ekonomi global tahun 2026 diperkirakan melambat menjadi 3,0 persen dari prakiraan sebelumnya sebesar 3,1 persen.
Selain itu, ancaman inflasi global yang diprediksi naik menjadi 4,2 persen dari angka sebelumnya 4,1 persen semakin mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter dunia.
"Terutama dengan potensi tertundanya penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat atau Fed Funds Rate (FFR) hingga akhir 2026," jelasnya.
Perry juga menyoroti meningkatnya imbal hasil (yield) US Treasury yang dipengaruhi oleh proyeksi defisit fiskal Amerika Serikat yang lebih besar.
Kondisi ini memicu pergeseran aliran modal global menuju aset aman (safe-haven assets), terutama pasar uang AS, sejalan dengan fenomena flight to safety.
Baca Juga: UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
"Dampaknya, indeks dolar AS (DXY) terus menguat terhadap mata uang negara maju, sementara mata uang negara berkembang (emerging markets) termasuk Rupiah mengalami tekanan yang semakin berat," bebernya.
Meski ditekan sentimen global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.
Konsumsi rumah tangga terpantau naik signifikan berkat tingginya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan permintaan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.
Selain itu, belanja Pemerintah melalui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif investasi bangunan turut menjadi motor penggerak utama.
Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pembiayaan program Asta Cita Pemerintah.
Di level internasional, BI memperluas kerja sama konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction), serta memfasilitasi promosi investasi di sektor prioritas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen