Bisnis / Keuangan
Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo mengeluarkan jurus strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia [Suara.com/ Rina]
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak ketidakpastian global 2026.
  • Perang di Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas dan inflasi global yang menekan nilai tukar Rupiah di Indonesia.
  • Permintaan domestik dan belanja pemerintah yang kuat menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada kisaran 4,9–5,7 persen.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan tetap kokoh dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Melalui penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia di sektor moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Dia memastikan koordinasi dengan program pemerintah akan terus ditingkatkan. 

"Fokus utama tetap pada mitigasi risiko perlambatan dunia guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pertumbuhan ekonomi dari dalam negeri," pungkasnya. .

Load More