Bisnis / Keuangan
Senin, 27 April 2026 | 08:11 WIB
Ilustrasi QRIS (qris.interactive.co.id)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia akan meresmikan pembayaran lintas negara menggunakan QRIS bersama China pada tanggal 30 April 2026 mendatang.
  • Tahap uji coba QRIS mencatatkan volume transaksi sebanyak 1,64 juta dengan akumulasi nilai mencapai Rp556 miliar secara total.
  • Implementasi sistem ini didukung oleh 24 partisipan dari Indonesia dan 19 partisipan dari pihak perbankan serta non-bank China.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) tengah bersiap meresmikan implementasi pembayaran lintas batas melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan China pada akhir April ini.

Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha selama periode uji coba yang telah berlangsung.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bank sentral dalam memperluas ekosistem sistem pembayaran ritel antarnegara dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (22/4/2026), Aida mengungkapkan bahwa peluncuran kerja sama dengan China ini mengikuti kesuksesan kolaborasi serupa yang sebelumnya telah dijalin dengan Korea Selatan.

"Untuk China, kami menargetkan peluncuran pada 30 April mendatang bersama dengan PIDI (Indonesia Digital Innovation Centre). Kami melihat antusiasme yang sangat besar selama fase uji coba berlangsung," ungkap Aida.

Selama tahap sandbox atau uji coba terbatas, tercatat angka transaksi yang cukup impresif:

  • Volume Transaksi: Mencapai 1,64 juta transaksi.
  • Nilai Transaksi: Akumulasi total mencapai Rp556 miliar.

"Data ini masih dalam tahap uji coba. Kami berharap setelah diluncurkan secara resmi, angka-angka tersebut akan tumbuh lebih tinggi lagi," tambahnya.

Implementasi QRIS lintas negara dengan China ini didukung oleh infrastruktur yang solid dari kedua belah pihak. Secara total, terdapat 24 partisipan dari Indonesia yang terlibat, terdiri atas 16 lembaga perbankan dan 8 lembaga non-bank.

Sementara dari pihak China, terdapat 19 partisipan yang telah menyatakan kesiapannya. Dengan dukungan ini, BI memastikan bahwa sistem pembayaran tersebut sudah siap diimplementasikan baik secara teknis maupun komersial pada tanggal yang ditargetkan.

Baca Juga: China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

Selain perluasan QRIS, Aida juga memaparkan rencana pengembangan generasi terbaru BI-FAST. Pembaruan ini akan mencakup standarisasi kerangka teknis, bisnis, dan tata kelola yang lebih mutakhir guna menghadapi lonjakan volume transaksi di masa depan.

Beberapa fitur unggulan dari BI-FAST generasi baru meliputi:

  • Manajemen Risiko: Penguatan sistem untuk memitigasi risiko siber dan potensi penipuan (fraud).
  • Fitur Lintas Batas: Integrasi pembayaran ritel antarnegara menggunakan skema instant payment.
  • Skema Nexus: BI-FAST akan terhubung dengan jaringan Nexus yang beranggotakan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India.

Load More