- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat bahwa Gen Z mendominasi 57 persen investor di pasar modal Indonesia.
- Purbaya menekankan pentingnya membekali diri dengan pengetahuan investasi yang cukup sebelum terjun langsung ke pasar saham.
- Investor muda disarankan menggunakan jasa pengelola reksa dana untuk belajar sebelum melakukan transaksi saham secara mandiri.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan khusus kepada para Gen Z yang ingin investasi di pasar saham.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menkeu Purbaya mengatakan investor pasar modal di Indonesia dikuasai kalangan Gen Z dengan persentase 57 persen.
Purbaya menilai kalau Gen Z identik dengan sifat sok tahu untuk investasi di pasar saham. Meski demikian, ia meminta mereka untuk memiliki ilmu yang cukup.
“Sekarang juga banyak Gen Z yang berinvestasi di pasar modal kan? Sekitar 57 persen. Kalau Gen Z biasanya sok tahu, kayak saya lah. Main main main. Enggak apa-apa. Kalau dibekali ilmu yang cukup,” katanya dalam dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di BEI, Senin (27/4/2026).
Namun jika mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup, Purbaya menyarankan para Gen Z untuk menyerahkan ke ahlinya, dalam hal ini pengelola reksa dana.
Dari sana, Gen Z bisa belajar lebih dulu soal cara kerja investasi. Setelah jago, Purbaya menyarankan Gen Z agar terjun langsung ke pasar saham.
“Anda pelajari si ahli itu kerjanya gimana. Nanti kalau Anda merasa lebih jago, baru tendang. Anda langsung yang main pasar saham,” lanjutnya.
“Jadi intinya buat investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti Anda bisa untung lebih tinggi daripada profesional-profesional yang di pasar modal atau yang di Asosiasi ini. Kalau Anda memang jago. Tapi kalau enggak, ikuti aja dulu sambil belajar,” jelas Purbaya.
Baca Juga: IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
Berita Terkait
-
IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
-
Program PINTAR OJK Resmi Hadir, Ini Cara Baru Investasi Reksa Dana yang Aman
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim