- Sebanyak 100 delegasi Welcome Clubs International mengunjungi Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, untuk meninjau transformasi industri batik berbasis komunitas.
- Kegiatan ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dan memahami peran warisan budaya dalam meningkatkan kemandirian finansial masyarakat pedesaan.
- Industri batik di Giriloyo terbukti berhasil menjadi motor ekonomi inklusif sekaligus memberdayakan perempuan melalui keterampilan serta inovasi desain.
Suara.com - Sektor ekonomi kreatif berbasis warisan budaya terus menunjukkan perannya sebagai pilar ketahanan ekonomi lokal yang inklusif di Indonesia.
Aktivitas ekonomi yang berpusat pada komunitas, seperti industri batik rumahan, terbukti mampu mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan yang signifikan di wilayah pedesaan.
Dalam konteks penguatan ekosistem ekonomi berbasis budaya tersebut, sekitar 100 delegasi dari Welcome Clubs International (WCI) Biennial Conference melakukan kunjungan kerja ke Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Yogyakarta.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional yang bertujuan membedah keterkaitan antara tradisi dan transformasi ekonomi.
Melalui tinjauan lapangan ini, para perwakilan dari belasan negara melihat secara langsung bagaimana industri batik bertransformasi dari sekadar kerajinan tangan menjadi sektor usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Konferensi yang tahun ini dipandu oleh Women’s International Club (WIC) Jakarta mengangkat tema "Bridging Traditions and Transformations".
Tema tersebut menyoroti bagaimana pendidikan dan warisan budaya menjadi modal utama dalam memperkuat kemandirian finansial komunitas.
Ketua WCI Biennial Conference, Dr. Nina Handoko, menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta, khususnya Giriloyo, bertujuan untuk menunjukkan sisi lain dari dinamika ekonomi Indonesia.
Baca Juga: UMKM Cibadak Naik Kelas! BRI Kucurkan Dana Rp107 Miliar Dukung Ekonomi Daerah
Jika Jakarta merepresentasikan pertumbuhan kota metropolitan, Yogyakarta menawarkan model living heritage yang menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat.
“Di Giriloyo, para delegasi dapat menyaksikan bagaimana batik terus bertransformasi menjadi sumber penguatan ekonomi yang mampu mengangkat harkat komunitas, terutama perempuan,” ujar Dr. Nina.
Resiliensi Ekonomi dan Pemulihan Komunitas
Dalam diskusi panel yang menjadi bagian dari kunjungan tersebut, pengamat pelestarian pusaka budaya dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Laretna Adhisakti, memaparkan aspek resiliensi para perajin.
Ia menyoroti perjalanan perempuan pembatik di Imogiri yang sempat terdampak gempa bumi 2006, namun berhasil bangkit melalui penguatan kemandirian ekonomi berbasis keterampilan tradisional.
Senada dengan hal tersebut, praktisi batik Afif Syakur menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi desain dan edukasi adalah kunci agar produk budaya tetap relevan di pasar global.
Berita Terkait
-
Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Di Balik Catatan BRI, Ini Alasan Segmen UMKM Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Dunia
-
Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000
-
Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026