Bisnis / Keuangan
Senin, 04 Mei 2026 | 17:30 WIB
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) mencatatkan laba bersih di tengah daya beli rendah dan suku bunga tinggi. [Dokumentasi MPMX].
Baca 10 detik
  • PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 173 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
  • Perolehan laba tersebut berasal dari total pendapatan perseroan yang mencapai Rp 4 triliun dalam tiga bulan pertama.
  • Peningkatan profitabilitas didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan kualitas pendapatan di berbagai segmen bisnis perseroan tersebut.

Suara.com - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), emiten otomotif, mencatatkan laba bersih pada kuartal I tahun 2026 mencapai Rp 173 miliar. Raihan ini meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seperti dikutip dari keterbukan informasi, raihan laba tersebut disumbang dari pendapatan yang mencapai Rp 4 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026.

Sedangkan, perseroan meraih dengan laba kotor meningkat 3 persen enjadi Rp 365 miliar dan margin laba kotor membaik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan pada tahun ini tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) mencatatkan laba bersih di tengah daya beli rendah dan suku bunga tinggi. [Dokumentasi MPMX].

"Meski demikian, fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. Kami
optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip Senin (4/6/2026).

Secara segmentasi, kinerja perseroan menunjukkan dinamika yan beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.

Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan kinerja operasional yang beragam, dengan penurunan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel serta kestabilan pendapatan purna jual.

Bisnis distribusi mencatatkan penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5 persen secara tahunan, sementara pendapatan purna jual meningkat sebesar 4 persen secara tahunan.

Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat sebesar 3 persen secara tahunan, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen secara tahunan.

Baca Juga: SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen

Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3 persen secara tahunan menjadi Rp 3.797 miliar. Namun demikian, laba kotor meningkat 2 persen secara tahunan menjadi Rp 321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5 persen dari 8,0 persen.

Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17 persen secara tahunan menjadi Rp 204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti.

Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen secara tahunan yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10 persen secara tahunana menjadi Rp 44 miliar.

Selain itu, hasil investasi meningkat 34 persen secara tahunan menjadi Rp 12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya.

Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4 persen secara tahunan menjadi Rp 368 miliar.

Meskipun demikian, laba kotor meningkat 9 persen secara tahunan menjadi Rp 83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen dari periode yang sama di tahun lalu.

Load More