- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz guna merespons potensi kesepakatan damai.
- Harga minyak Brent dan WTI turun selama dua hari perdagangan berturut-turut pada 6 Mei 2026 akibat sentimen de-eskalasi konflik.
- Penurunan harga minyak dunia tertahan oleh data cadangan Amerika Serikat yang merosot tajam selama tiga pekan terakhir.
Menanggapi perkembangan terbaru ini, Anh Pham, spesialis riset senior untuk komoditas minyak di LSEG, menyatakan bahwa pasar melihat adanya indikasi de-eskalasi konflik yang nyata yang dapat mencairkan kekhawatiran pelaku industri global.
"Hal ini menandakan potensi penurunan ketegangan dan meningkatkan harapan untuk pembebasan kapal-kapal yang terdampar di Teluk, yang secara bertahap dapat mengembalikan pasokan ke pasar," ujar Anh Pham, dilansir dari Reuters.
Namun, Pham juga mengingatkan bahwa pemulihan penuh arus perdagangan global tidak dapat terjadi dalam sekejap. Meskipun kesepakatan damai nantinya berhasil ditandatangani oleh kedua belah pihak, rantai pasok energi internasional membutuhkan waktu transisi yang cukup lama untuk kembali berjalan normal, yang menjadi alasan utama mengapa harga minyak saat ini masih bertahan di level yang relatif tinggi.
Di tengah menurunnya harga minyak akibat faktor sentimen geopolitik, data fundamental pasar fisik justru memperlihatkan kondisi pasokan yang kian mengetat.
Hambatan perdagangan di Selat Hormuz selama beberapa pekan terakhir telah memaksa banyak kilang minyak di berbagai belahan dunia menguras cadangan internal mereka guna menutupi kekurangan pasokan bahan baku dari Timur Tengah.
Menurut data terbaru dari American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir pada 1 Mei, stok minyak mentah komersial Amerika Serikat mengalami penurunan drastis selama tiga minggu berturut-turut.
Cadangan minyak mentah komersial di AS dilaporkan merosot tajam hingga 8,1 juta barel.
Tidak hanya minyak mentah, persediaan produk hilir dan konsumsi pun ikut mengalami penyusutan signifikan dalam periode yang sama:
Persediaan Bensin (Gasoline): Tercatat mengalami penurunan sebanyak 6,1 juta barel.
Baca Juga: Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya
Cadangan Produk Distilat (Distillate): Menyusut hingga 4,6 juta barel jika dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya.
Kondisi penurunan stok domestik AS yang masif ini menjadi faktor penahan teknis agar harga minyak dunia tidak merosot terlalu dalam di tengah optimisme damai yang ditiupkan oleh Washington.
Berita Terkait
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun