Bisnis / Makro
Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dijalankan tanpa mengganggu kondisi fiskal pemerintah. Bahkan ada potensi besar jika dijalankan dengan cerdas. [Antara]
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan ekonomi rakyat melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan sektor pertanian serta UMKM lokal.
  • Pemerintah menargetkan operasional 30.000 dapur gizi nasional dengan 27.000 unit telah siap untuk melayani kebutuhan gizi para siswa sekolah.
  • Ekonom menyarankan penyesuaian frekuensi pemberian makan untuk menjaga stabilitas fiskal nasional serta memastikan pengawasan ketat terhadap standar kualitas nutrisi.

Ia mengatakan saat ini dapur MBG yang dia kelola melayani sekitar 2.000 penerima manfaat yang tersebar di 15 sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanan (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Kebutuhan akan bahan baku menjadi besar. Dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. Kami membutuhkan puluhan bahkan ratusan kilogram sayur-sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, atau sawi," katanya.

Edwin menambahkan, pihaknya ingin memberdayakan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di sekitar SPPG. Dengan adanya MBG, manfaat tidak hanya dirasakan siswa sekolah namun juga masyarakat sekitar.

Load More