- OJK merespons rebalancing indeks MSCI dengan menegaskan bahwa fluktuasi pasar merupakan bagian dari reformasi integritas jangka panjang.
- BEI mengeluarkan sepuluh emiten dengan konsentrasi saham tinggi dari indeks utama untuk meningkatkan likuiditas serta transparansi pasar modal.
- Pemerintah menaikkan standar porsi saham publik menjadi 15 persen guna memperkuat fundamental dan daya tarik bagi investor mancanegara.
Isu lain yang tak kalah penting adalah soal bobot saham Indonesia dalam indeks global. Jika banyak saham yang dikeluarkan, porsi investasi asing di pasar saham kita berisiko menyusut.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyoroti satu kriteria khusus yang menjadi sorotan MSCI, yaitu High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi.
Saham-saham dalam kategori HSC ini dianggap memiliki risiko likuiditas dan transparansi karena hanya dikuasai oleh segelintir pihak. Sebagai langkah antisipasi dan perbaikan kualitas bursa, BEI telah mendepak saham-saham kategori ini dari indeks-indeks utama seperti LQ45, IDX80, dan IDX30.
Hingga saat ini, tercatat ada 10 emiten yang masuk dalam pantauan radar HSC sejak diumumkan awal April lalu. Penghapusan ini adalah sinyal bahwa regulator ingin memastikan indeks acuan benar-benar diisi oleh perusahaan dengan tata kelola yang sehat.
Free Float Jadi Senjata Utama
Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi, Evita Manthovani, menyatakan bahwa fundamental ekonomi kita sebenarnya masih sangat tangguh dengan valuasi yang kompetitif.
Untuk meningkatkan daya tarik bagi investor mancanegara, pemerintah bersama SRO (Self-Regulatory Organization) mempercepat agenda reformasi strategis.
Salah satu terobosan utamanya adalah menaikkan standar porsi saham publik (free float) secara signifikan. Jika sebelumnya batas minimal berada di angka 7,5 persen, kini targetnya dinaikkan menjadi 15 persen.
Tak hanya itu, porsi saham dalam indeks RTI 45 untuk sektor dana pensiun dan asuransi juga digenjot naik dari 8 persen menjadi 20 persen.
Baca Juga: Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?
Berita Terkait
-
Wanti-wanti OJK Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini
-
Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
-
Alarm Bahaya dari MSCI: Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Taji di Mata Global
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya
-
Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun
-
Pegadaian Raih Predikat 'Best of the Best' di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026
-
Rupiah Tembus Rekor Terburuk Rp17.501, Beban Rakyat Kian Berat Akibat Harga Pangan yang Naik