- Pejabat Setjen MPR RI, Dyastasita WB, menuai kontroversi saat menjadi juri LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat 2026.
- Warganet dan SMAN 1 Pontianak mengkritik ketidakkonsistenan penilaian juri yang memicu tuntutan transparansi atas integritas kompetisi tersebut.
- Dyastasita WB merupakan Kepala Biro Pengkajian Konstitusi dengan total harta kekayaan bersih tercatat senilai Rp581,2 juta di LHKPN.
Suara.com - Dyastasita Widya Budi, atau yang akrab dikenal dengan Dyastasita WB, mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI ini menjadi pusat perhatian setelah keterlibatannya sebagai juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 menuai polemik.
Kegaduhan ini bermula dari unggahan video yang memperlihatkan jalannya perlombaan tersebut di berbagai platform media sosial.
Dalam cuplikan yang beredar, terlihat adanya perbedaan perlakuan atau standar poin yang diberikan juri terhadap jawaban yang dilontarkan para peserta. Hal ini lantas memicu beragam komentar miring dari netizen yang menilai adanya ketidakkonsistenan dalam sistem penilaian.
Kritik tajam dari warganet pun tak terhindarkan. Banyak yang mulai mempertanyakan transparansi serta integritas kompetisi tahunan yang digarap oleh Setjen MPR RI tersebut.
Tak hanya itu, pihak SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan dalam momen tersebut dikabarkan menuntut adanya penjelasan terbuka agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Rekam Jejak Karier dan Pendidikan Dyastasita WB
Di balik kontroversi yang sedang bergulir, Dyastasita WB sebenarnya bukan orang baru di lingkungan birokrasi. Ia memegang jabatan strategis sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI.
Sebagai seorang abdi negara, ia memiliki pangkat Pembina Utama dengan Golongan IV/e PNS.
Baca Juga: Tren Selingkuh Lewat ChatGPT Bikin Heboh Netizen
Dyastasita juga dikenal aktif terjun langsung ke berbagai daerah untuk mensosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Mengenai latar belakang akademisnya, ia menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos).
Ia tercatat pernah menempuh pendidikan Magister Ilmu Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta pada awal tahun 2012 silam.
Harta Kekayaan Dyastita WB
Sebagai pejabat publik, aspek finansial Dyastasita juga tak luput dari pantauan masyarakat. Berdasarkan laporan data LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), total kekayaan bersih miliknya tercatat sebesar Rp581.220.940 setelah dikurangi beban utang.
Mayoritas aset yang dimilikinya berupa tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dengan total taksiran nilai mencapai Rp697.120.000. Rinciannya meliputi:
- Properti seluas 96 m² di kawasan Jakarta Pusat senilai Rp251,1 juta.
- Hunian seluas 40 m² di area Jakarta Selatan dengan estimasi harga Rp80,4 juta.
- Lahan serta bangunan seluas 209 m²/58 m² di Jakarta Pusat senilai Rp365,5 juta.
Menariknya, dalam laporan tersebut ia tidak mencantumkan kepemilikan alat transportasi atau mesin. Selain itu, aset berupa kas atau setara kas yang dilaporkan berjumlah Rp1.675.031. Di sisi lain, tercatat adanya kewajiban atau hutang sebesar Rp117.574.091.
Berita Terkait
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Berapa Hadiah Pemenang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI? Ini Rincian Lengkapnya
-
Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo
-
Dari Cosplayer ke Gaming Creator, Sosok Ini Mendadak Viral Usai Bagikan Tips Main Game
-
Komentar Terbaik Netizen untuk Juri Blunder di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Lucu Sekaligus Pedas
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank
-
Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas
-
Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik
-
LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis