- Pasar kripto global mengalami tekanan pada 13 Mei 2026 akibat data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar.
- Lonjakan inflasi hingga 3,8 persen dipicu oleh gangguan pasokan energi global akibat perang yang terjadi antara AS dan Iran.
- Kondisi tersebut menyebabkan penurunan nilai aset kripto mayoritas, kecuali Binance Coin yang mencatatkan kenaikan harga secara moderat.
Suara.com - Pasar kripto kembali menghadapi tekanan besar pada perdagangan Rabu pagi (13/5/2026). Ambruknya harga aset digital utama dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melampaui ekspektasi, memicu ketakutan kolektif bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan mengambil langkah lebih ekstrem dalam menaikkan suku bunga.
Berdasarkan pantauan data dari CoinMarketCap pada pukul 06.20 WIB, nilai kapitalisasi pasar kripto secara global menyusut 1,47% menjadi US$ 2,68 triliun.
Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan sebesar 1,39%, kini diperdagangkan di level US$ 80.656 per koin. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs Rp 17.546, harga satu koin BTC setara dengan kurang lebih Rp 1,41 miliar.
Sentimen negatif ini merembet ke aset kripto lainnya yang tergabung dalam Indeks CoinDesk 20 dengan koreksi rata-rata 1,93%. Berikut rincian pergerakan beberapa aset besar:
Ethereum (ETH): Anjlok 2,47% ke posisi US$ 2.282.
Solana (SOL): Terperosok 2,94% menjadi US$ 94,69.
XRP: Terkoreksi 2,06% ke level US$ 1,44.
Dogecoin (DOGE): Turun tipis 0,78% ke US$ 0,11.
Di sisi lain, Binance Coin (BNB) justru mampu melawan arus dengan kenaikan moderat 0,36% di harga US$ 666.
Baca Juga: Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?
Pemicu Utama: Efek Domino Perang AS-Iran terhadap Inflasi
Melonjaknya inflasi AS ke level 3,8% secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 menjadi momok utama bagi investor. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2023.
Kenaikan biaya hidup di Negeri Paman Sam ini didorong oleh sektor energi yang melambung hampir 18% akibat gangguan pasokan minyak global di tengah berkecamuknya perang AS-Iran.
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat bahwa lonjakan harga energi menyumbang lebih dari 40% dari total inflasi bulanan. Situasi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed belum akan mengendurkan kebijakan moneter ketatnya, yang secara otomatis menekan aset-aset berisiko tinggi seperti kripto.
Laporan terbaru dari lembaga riset K33 memberikan perspektif menarik mengenai hubungan antara Bitcoin dan indeks saham teknologi, Nasdaq.
Meskipun korelasi 30 hari antara keduanya melonjak di atas 0,7, K33 menilai bahwa Bitcoin tidak bergerak semata-mata sebagai perpanjangan dari Nasdaq.
Berita Terkait
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg
-
Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun
-
Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram
-
Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan
-
Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar
-
Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI
-
IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI
-
Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital
-
7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya