- Rasio peredaran uang palsu turun drastis menyentuh angka 1 ppm.
- Teknologi pengamanan canggih membuat uang rupiah sulit dipalsukan oknum.
- Bank Indonesia mengimbau masyarakat merawat uang melalui gerakan 5 Jangan.
Salah satu cara yang ditekankan oleh BI adalah dengan menerapkan prinsip "5 Jangan" dalam merawat uang kertas sehari-hari.
Di mana prinsip tersebut mengajak masyarakat untuk jangan melipat, mencoret, menstaples, meremas, maupun membasahi uang rupiah demi menjaga keutuhan unsur pengamanannya.
Perawatan yang buruk dapat menyebabkan fitur pengamanan canggih, seperti benang pengaman optik, menjadi sulit terbaca oleh mesin atau sulit diidentifikasi secara manual.
BI juga berkomitmen untuk terus memperbarui teknologi pengamanan agar rupiah selalu selangkah lebih maju dibandingkan teknik pemalsuan terbaru yang terus berkembang.
Investasi pada teknologi pencetakan ini bukan hanya soal estetika desain semata, melainkan tentang menjaga kedaulatan dan keamanan sistem keuangan nasional.
Dengan peredaran uang palsu yang semakin minimal, keamanan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan uang tunai akan semakin terjamin di masa depan.
Sementara itu, upaya pemusnahan uang palsu hasil klarifikasi BI melibatkan sinergi erat dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL).
Lembaga seperti BIN, Kemenkeu, Kejaksaan Agung, dan Polri turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan serta penindakan hukum secara konsisten.
Tindakan tegas terhadap pelaku pemalsuan merupakan mandat langsung dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong