- PT Garuda Indonesia resmi merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPST pada Rabu, 13 Mei 2026 di Jakarta.
- Perusahaan mengangkat Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital serta Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris dalam rapat tersebut.
- Perubahan manajemen dilakukan untuk mempercepat fase transformasi perusahaan agar lebih berdaya saing sebagai maskapai nasional kebanggaan bangsa.
Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi melakukan perubahan jajaran komisaris dan direksi dalam gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (13/5/2026).
Dalam agenda tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service serta Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris Perseroan.
Di saat yang sama, Garuda Indonesia juga memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service dan Frans Dicky Tamara dari posisi Komisaris yang sebelumnya diemban sejak 15 Oktober 2025.
"Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
RUPST tersebut dihadiri atau diwakili oleh pemegang 384.278.471.558 lembar saham atau setara 94,39 persen dari total pemegang saham Garuda Indonesia.
Selain perubahan pengurus, rapat juga membahas sejumlah agenda penting terkait kinerja perseroan tahun buku 2025. Mulai dari pengesahan laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, laporan pengawasan dewan komisaris, hingga penunjukan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026.
Pemegang saham juga membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.
Dengan keputusan RUPST tersebut, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia:
Dewan Komisaris:
Baca Juga: Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
Direksi:
- Direktur Utama: Glenny Kairupan
- Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya