Bisnis / Keuangan
Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kepala Ekonom Bank Permata menyatakan nilai tukar Rupiah menembus Rp17.500 per dolar AS akibat tekanan geopolitik serta energi global.
  • Pelemahan terjadi sejak Mei 2026 karena tingginya permintaan dolar untuk dividen dan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal nasional.
  • Meskipun rupiah tertekan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan cadangan devisa yang mencukupi.

Ia mencatat adanya kerentanan pada sektor eksternal, di mana impor tumbuh pesat sebesar 7,18 persen sementara ekspor hanya tumbuh 0,90 persen.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Kenaikan impor bahan baku dan energi di tengah depresiasi rupiah berisiko menambah beban subsidi dan kompensasi fiskal.

Josua menjelaskan bahwa secara teknis nilai tukar saat ini sudah menyimpang jauh dari nilai fundamentalnya.

Berdasarkan model Real Effective Exchange Rate (REER), prospek ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan nilai wajar rupiah seharusnya berada di bawah level Rp17.000, dengan indikasi bahwa rupiah sudah undervalued sekitar 3,1 persen sejak Maret lalu.

Dengan demikian, posisi Rp17.500 saat ini lebih banyak mencerminkan premi risiko dan kepanikan pasar jangka pendek daripada cerminan nilai wajar ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Load More