- Kepala Ekonom Bank Permata menyatakan nilai tukar Rupiah menembus Rp17.500 per dolar AS akibat tekanan geopolitik serta energi global.
- Pelemahan terjadi sejak Mei 2026 karena tingginya permintaan dolar untuk dividen dan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal nasional.
- Meskipun rupiah tertekan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan cadangan devisa yang mencukupi.
Ia mencatat adanya kerentanan pada sektor eksternal, di mana impor tumbuh pesat sebesar 7,18 persen sementara ekspor hanya tumbuh 0,90 persen.
Kenaikan impor bahan baku dan energi di tengah depresiasi rupiah berisiko menambah beban subsidi dan kompensasi fiskal.
Josua menjelaskan bahwa secara teknis nilai tukar saat ini sudah menyimpang jauh dari nilai fundamentalnya.
Berdasarkan model Real Effective Exchange Rate (REER), prospek ekonomi Indonesia 2026 menunjukkan nilai wajar rupiah seharusnya berada di bawah level Rp17.000, dengan indikasi bahwa rupiah sudah undervalued sekitar 3,1 persen sejak Maret lalu.
Dengan demikian, posisi Rp17.500 saat ini lebih banyak mencerminkan premi risiko dan kepanikan pasar jangka pendek daripada cerminan nilai wajar ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik
-
OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit