-
Pergerakan Rupiah mencatat sejarah pasang surut ekonomi sejak awal kemerdekaan.
-
Krisis moneter 1998 menjadi titik terendah dalam sejarah pergerakan Rupiah.
-
Tantangan global membayangi pergerakan Rupiah di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Kondisi ini membuat ekonomi kacau balau dan memaksa raksasa bisnis seperti Indofood melepas Bank BCA demi bertahan hidup.
Era Reformasi
Presiden B.J. Habibie mencatat prestasi gemilang dengan membawa Rupiah menguat signifikan dari belasan ribu kembali ke level Rp6.500 per USD pada pertengahan 1999.
Pada era-era selanjutnya, Rupiah relatif bergerak dinamis.
Gus Dur & Megawati: Stabil di kisaran Rp7.500 hingga Rp9.000.
SBY: Meski dihantam krisis finansial global 2008, Indonesia mampu bertahan di kisaran Rp9.000 - Rp10.000 per USD, sebuah capaian yang membanggakan di tengah rontoknya ekonomi AS saat itu.
Era Jokowi
Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Rupiah mulai menembus batas psikologis Rp15.000 pada tahun 2015.
Pandemi COVID-19 juga turut memberi tekanan besar, di mana pada Agustus 2020, nilai tukar berada di kisaran Rp14.700.
Baca Juga: Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
Sampai akhir masa jabatannya, Rupiah terus bergerak fluktuatif di rentang Rp14.000 hingga Rp16.000 akibat sentimen ekonomi global.
Era Prabowo Subianto
Kini di era kepemimpinan Prabowo Subianto, tantangan nilai tukar Rupiah diprediksi tidak akan mudah.
Berdasarkan data historis dan proyeksi terkini, posisi Rupiah berada di tengah badai ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Pada awal masa transisi dan kepemimpinannya (2025-2026), Rupiah diprediksi menghadapi tekanan hebat yang mendorong kurs ke kisaran Rp16.000 hingga Rp17.500 per USD.
Gejolak pasar global dan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat menjadi faktor utama.
Selain itu, posisi Prabowo dalam mengelola Rupiah akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga kepercayaan investor di tengah gejolak internasional.
Proyeksi angka Rp17.500 menunjukkan bahwa pemerintahan baru harus bersiap dengan strategi intervensi moneter dan penguatan fundamental ekonomi domestik agar Rupiah tidak kembali terperosok ke titik nadir seperti tahun 1998.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
-
Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Gohan Buat Haru Penonton, Ini 5 Rekomendasi Film untuk Libur Panjang
-
5 Rekomendasi HP OPPO RAM Besar 2026, Cocok untuk Gaming hingga Multitasking
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO