- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 3,46 persen ke level 6.370 pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.
- Penurunan IHSG dipicu tekanan jual investor akibat rumor pemerintah akan membentuk badan khusus pengatur ekspor komoditas strategis.
- Pasar kini menanti pidato Presiden Prabowo di DPR serta pengumuman kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak tertolong hingga akhir perdagangan, Selasa, 19 Mei 2026. IHSG ditutup turun 3,46 persen ke level 6.370.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, merosotnya IHSG imbas tekanan jual akibat rumor terkait rencana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus bentukan negara.
Pelemahan terdalam terjadi pada sektor basic material yang terkoreksi hingga 7,3 persen. Sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu menguat sebesar 0,55 persen.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelemahan IHSG dipicu kekhawatiran investor setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah akan mengatur ekspor sejumlah komoditas strategis melalui satu badan khusus negara.
Beberapa komoditas yang disebut bakal diatur antara lain batu bara, crude palm oil (CPO), hingga mineral logam.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak terhadap margin keuntungan perusahaan.
“IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Rumor tersebut dikaitkan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5/2026).
Dalam agenda tersebut, Presiden akan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
Menurut Phintraco, ini menjadi pertama kalinya kepala negara secara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang sebelumnya biasanya dipaparkan oleh Menteri Keuangan.
Selain sentimen pidato Presiden, investor juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan konsensus pasar, Bank Indonesia diperkirakan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen guna meredam pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, pasar juga menunggu data pertumbuhan kredit April 2026 yang diproyeksikan tumbuh 9,7 persen secara tahunan atau year on year (YoY), meningkat dibandingkan realisasi Maret 2026 sebesar 9,49 persen YoY.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 43,30 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 25,78 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,77 juta kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom
-
Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus