Bisnis / Energi
Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04 WIB
Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia kembali meningkat pada 21 Mei 2026 akibat kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan global.
  • Ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas pasokan energi dunia.
  • Cadangan minyak Amerika Serikat merosot tajam ke level terendah karena terhambatnya distribusi di jalur strategis Selat Hormuz.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan, pemerintah AS telah menarik hampir 10 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) mereka pada pekan lalu. 

Ilustrasi cadangan minyak. (Freepik)

Penurunan ini tercatat sebagai rekor penyusutan cadangan terdalam yang pernah ada dalam sejarah AS.

Selain itu, EIA mencatat stok minyak mentah komersial AS juga merosot tajam sebesar 7,9 juta barel menjadi 445 juta barel pada pekan lalu. 

Angka defisit ini jauh melampaui prediksi para analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan hanya sebesar 2,9 juta barel. 

Di sisi lain, stok bensin dilaporkan menyusut 1,5 juta barel, sementara pasokan produk distilat naik tipis 372.000 barel.

Kepala Riset Energi dan Kimia China Futures, Mingyu Gao, menegaskan bahwa kondisi kritis pada pos persediaan ini akan menyulitkan harga minyak untuk turun lebih jauh.

"Dengan diblokirnya Selat Hormuz, produk kilang global dan cadangan minyak mentah di darat diproyeksikan akan jatuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir untuk periode akhir Mei hingga akhir Juni mendatang," pungkas Gao.

Load More