Ilustrasi aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz [Unsplash/Hisham]
Baca 10 detik
- Tiga supertanker berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Asia setelah sempat tertahan selama dua bulan akibat konflik militer.
- Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran sejak 28 Februari melumpuhkan jalur vital pasokan minyak mentah dunia tersebut.
- Dampak konflik menyebabkan penurunan intensitas pelayaran harian secara drastis serta menurunkan harga minyak mentah global saat ini.
"Lingkungan operasional di kawasan ini tetap berada pada level risiko tinggi menyusul serangkaian serangan terhadap kapal baru-baru ini," tulis laporan Pusat Informasi Maritim Bersama yang dipimpin oleh Angkatan Laut AS (US Navy).
Laporan tersebut juga menambahkan adanya peningkatan tindakan agresif dan interseptif berupa pemanggilan paksa oleh unit-unit militer Iran terhadap kapal komersial dalam 48 jam terakhir.
Merespons bahaya navigasi ini, asosiasi industri pelayaran global telah merilis panduan keselamatan terbaru. Mereka memperingatkan adanya ancaman nyata mulai dari serangan drone, ranjau laut, kemacetan jalur yang tidak terprediksi, hingga minimnya pengawasan militer internasional (reduced military oversight).
Komentar
Berita Terkait
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Menakar Ego Donald Trump: Tabuhan Genderang Perang Mengancam Dompet Kita
-
Kisah Kegagalan Netanyahu Jadikan Mahmoud Ahmadinejad Penguasa Iran
-
Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir
-
Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
-
Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless
-
OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal
-
Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%
-
Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan
-
Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan