- PT Trimegah Bangun Persada Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham senilai Rp1 triliun dalam kurun waktu 12 bulan.
- Pelaksanaan aksi korporasi tersebut dijadwalkan setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 30 Juni 2026.
- Manajemen melakukan pembelian kembali karena harga saham dinilai masih murah dan tidak mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang solid.
Suara.com - Emiten pertambangan nikel terintegrasi milik Grup Harita, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), tengah bersiap melancarkan aksi korporasi strategis di pasar modal.
Perseroan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang beredar di publik dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp1 triliun.
Manajemen NCKL memproyeksikan keseluruhan proses eksekusi pembersihan pasar ini akan diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 12 bulan.
Lini masa pelaksanaan pembelian kembali tersebut baru akan resmi berjalan bergulir tepat setelah perseroan mengantongi izin dan restu dari para pemegang saham melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Guna merealisasikan agenda besar tersebut, jajaran direksi NCKL menjadwalkan pelaksanaan RUPST pada tanggal 30 Juni 2026 mendatang. Adapun dana jumbo sebesar Rp1 triliun yang telah dialokasikan dipastikan bersifat inklusif, artinya sudah mencakup perhitungan pos biaya perantara pedagang efek (komisi sekuritas) beserta ongkos-ongkos administrasi legal lainnya.
Ada alasan fundamental yang melandasi keputusan manajemen NCKL dalam menggelar aksi intervensi pasar ini. Pihak korporasi menilai nilai kapitalisasi pasar atau harga penutupan saham NCKL di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini masih tergolong murah (undervalued).
Kondisi harga pasar sekarang dianggap belum mencerminkan kapasitas nilai intrinsik dan kinerja keuangan yang sesungguhnya, padahal perseroan secara konsisten terus menunjukkan performa operasional dan rapor bisnis yang cukup solid.
Di sisi lain, manajemen menjamin bahwa penyerapan dana internal untuk aksi korporasi ini sama sekali tidak akan mengganggu stabilitas finansial atau menggerus pendapatan operasional perseroan.
NCKL memperkirakan tidak akan ada guncangan atau perubahan yang signifikan terhadap akumulasi laba bersih maupun nilai laba per saham (earnings per share/EPS).
Baca Juga: Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak
Dengan demikian, struktur proforma laba bersih per lembar saham emiten nikel ini dipastikan tetap terjaga dengan aman.
Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, pengumpulan kembali aset saham ini akan ditempuh melalui dua jalur formal, yakni melalui mekanisme perdagangan reguler di dalam bursa efek maupun opsi transaksi khusus di luar bursa (over-the-counter).
Sebagai fasilitator utama transaksi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk secara resmi telah menunjuk perusahaan sekuritas afiliasi, yakni PT Harita Kencana Sekuritas, yang bertindak sebagai anggota bursa terafiliasi resmi BEI untuk mengawal seluruh proses order pembelian saham NCKL di pasar sekunder.
Disclaimer: Ulasan mengenai rencana aksi korporasi buyback saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ini disusun berdasarkan draf keterbukaan informasi emiten menuju RUPST Juni 2026. Penulisan ini bersifat informatif dan bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan untuk membeli, menjual, atau menahan instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan pertimbangan mandiri pembaca.
Berita Terkait
-
Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya
-
4 Saham RI Kembali Terlempar dari Indeks Global FTSE Russell, Ini Penyebabnya
-
IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI
-
IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ
-
Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam
-
Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!
-
BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?