Bisnis / Keuangan
Minggu, 24 Mei 2026 | 10:11 WIB
IHSG terus bergerak melemah pada sepekan ini. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia terkoreksi sebesar 8,35 persen menjadi level 6.162 selama sepekan terakhir.
  • Nilai kapitalisasi pasar turun 10,07 persen dan investor asing mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp 41,63 triliun sepanjang 2026.
  • Aktivitas perdagangan meningkat dengan rata-rata nilai transaksi harian naik 15,68 persen mencapai Rp 21,77 triliun pada periode Mei 2026.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 8,35 persen selama sepekan ini.

Adapun, IHSG ditutup di level 6.162, dari posisi 6.723 pada pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG yang ambruk juga membuat nilai kapitalisasi mengalami penurunan.

"Nilai kapitalisasi mengalami penurunan sebesar 10,07 persen menjadi Rp 10.635 triliun dari Rp 11.825 triliun," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

IHSG merosot tajam. [ANTARA].

Selain itu, beberapa investor juga melakukan penjualan pada saham. Tentunya, banyak modal asing yang keluar cukup deras sepanjang tahun 2026.

"Investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 309,52 miliar pada perdagangan Jumat (22/5), sementara sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan jual bersih mencapai Rp 41,63 triliun," katanya.

Meskipun IHSG anjlok, rata-rata nilai transaksi harian meningkat signifikan sebesar lima belas koma enam delapan persen menjadi Rp 21,77 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp 18,82 triliun.

Kenaikan aktivitas perdagangan saham BEI ini menjadi sorotan investor pasar modal Indonesia sepanjang pekan perdagangan Mei 2026.

Selain peningkatan nilai transaksi, rata-rata volume transaksi harian di BEI juga naik sebesar dua koma lima tiga persen menjadi 36,67 miliar lembar saham dari sebelumnya 35,76 miliar lembar saham.

Baca Juga: IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar enam koma lima persen menjadi 2,37 juta kali transaksi dari 2,53 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Load More