- FTSE Russell resmi mengeluarkan empat saham Indonesia, yakni DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks GEIS.
- Pemberhentian keempat saham tersebut akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan tanggal 19 Juni 2026 mendatang.
- Penyebab utama penghapusan meliputi masalah struktur kepemilikan terkonsentrasi, rendahnya porsi saham publik, serta ketidakpatuhan kriteria FTSE.
Suara.com - Lembaga penyedia indeks saham global, FTSE Russell, meneng empat saham Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Hal ini terkuak dalam laporan FTSE Russell bertajuk 2026 Quarterly Review.
Mengutip laporan tersebut, Minggu (24/5/202026), empat saham itu diantaranya emiten milik grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang keluar dari kategori large cap GEIS.
Alasannya, karena DSSA masuk dalam pantauan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau HSC.
Kemudian, kedua PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) yang hengkang dari kategori micro cap, karena tak bisa memenuhi kepemilikan saham publik atau free float di bawah minimum.
Sementara, ketiga dan keempat yaitu saham PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) yang ditendang karena memang tak memenuhi kriteria FTSE Russell.
Adapun, laporan FTSE Russell ini mulai berlaku pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.
Selanjutnya, lembaga tersebut akan meninjau ulang pada hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026 mendatang.
Namun, laporan FTSE ini dinilai masih lebih baik ketimbang MSCI yang telah mengeluarkan 18 saham dari berbagai indeksnya.
Sebelumnya, MSCI juga membuang DSSA dari MSCI Global Standard Indexes, karena memang kepemilikan saham pengendali masih terbilang tinggi.
Baca Juga: IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
-
Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak
-
Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya
-
Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat