Bisnis / Keuangan
Selasa, 26 Mei 2026 | 13:02 WIB
IHSG masih meloyo pada sesi I akibat tekanan jual asing. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,91 persen ke level 6.149 pada sesi pertama perdagangan, Selasa, 26 Maret 2026.
  • Pelemahan dipicu sentimen serangan militer Amerika Serikat di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan moneter Bank Indonesia saat ini.
  • Total transaksi sesi pertama mencapai Rp 9,11 triliun dengan 415 saham mencatatkan penurunan harga di bursa efek domestik.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir memerah pada sesi pertama perdagangan, Selasa, 26 Maret 2026, IHSG pada sesi I turun sebesar 56,67 poin atau melemah 0,91 persen ke level 6.149.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Pelemahan IHSG ini, seiring tekanan dari sentimen global dan aksi jual di sejumlah saham unggulan.

"Bursa regional Asia didominasi pelemahan setelah serangan militer baru AS di Timur Tengah meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat" tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset harian, Selasa (26/5/2026).

Dalam laporan tersebut dijelaskan, pasukan AS melancarkan serangan di wilayah selatan Iran dan menyebut operasi itu sebagai langkah defensif. Padahal, sebelumnya Washington dan Teheran disebut semakin dekat menuju potensi kesepakatan untuk meredakan ketegangan dan membuka kembali Selat Hormuz.

IHSG masih melemah akibat tekanan jual asing. [Antara]

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pekan lalu, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, yang merupakan kenaikan pertama sejak Oktober.

Selain itu, pemerintah juga disebut menunda perubahan royalti dan bea ekspor demi menjaga daya saing hilirisasi di tengah lemahnya permintaan global serta meningkatnya ketidakpastian pasar.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Petrosea Tbk dengan area support di level 3.480 dan resistance 4.250.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 13,98 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,11 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,20 juta kali.

Baca Juga: IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 267 saham bergerak naik, sedangkan 415 saham mengalami penurunan, dan 277 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatat penguatan terbesar di antaranya MGNA, ARTA, NZIA, IKAN, dan WEHA.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbesar yakni TALF, ASPR, MSIN, IFSG, dan BLTZ.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More