- Bursa Efek Indonesia merancang strategi agar pelaku industri kreatif dapat melantai di bursa saham melalui mekanisme IPO.
- Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik berkomunikasi dengan Kementerian Ekraf untuk menyelaraskan peta jalan korporatisasi sektor ekonomi kreatif.
- Pelaku industri kreatif wajib memperbaiki tata kelola dan memahami regulasi pasar modal guna memenuhi syarat perusahaan publik.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merancang strategi ekspansi baru dengan membidik potensi masif dari sektor industri kreatif nasional untuk masuk ke panggung pasar modal domestik.
Melalui draf rencana strategis ini, otoritas bursa membuka peluang lebar guna memfasilitasi para pesohor, artis, hingga pembuat konten (influencer) agar dapat mentransformasikan bisnis mereka menjadi perusahaan terbuka melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan bahwa kehadiran korporasi berbasis ekonomi kreatif di lantai bursa akan memberikan warna baru. Langkah ini diyakini mampu membuat draf portofolio industri di pasar modal Indonesia menjadi jauh lebih bervariasi dan atraktif bagi investor.
Guna mematangkan draf rencana tersebut, pihak BEI mengonfirmasi telah menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan terkait untuk menyelaraskan peta jalan industri.
"Tadi saya udah berdiskusi juga dengan Pak Menteri Ekraf, ya bagaimana supaya kita bisa menjalin kerja sama, bertukar informasi ya, supaya kami di bursa juga bisa melihat prospek, memahami bagaimana struktur apa bisnis di industri kreatif," ungkap Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, Jeffrey mengingatkan bahwa untuk mewujudkan draf korporatisasi tersebut, para pelaku di industri kreatif dituntut untuk mulai berbenah. Mereka perlu mendalami regulasi pasar modal serta mempersiapkan tata kelola akuntansi yang matang demi memenuhi syarat sebagai perusahaan publik.
Menurutnya, keterlibatan komunitas kreatif di pasar modal memiliki dimensi ganda yang sangat luas. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai calon emiten yang memburu pendanaan publik, melainkan juga berpotensi besar mempertebal basis investor domestik.
"Ya teman-teman di industri kreatif juga bisa mulai mempersiapkan diri, memahami bagaimana regulasi untuk bisa menjadi perusahaan tercatat, misalnya. Tentu itu, itu akan terus kita lakukan," jelas Jeffrey.
Menyadari bahwa mekanisme investasi saham dan draf teknis IPO masih menjadi hal yang relatif baru bagi sebagian besar pekerja seni, BEI berkomitmen untuk mengintensifkan program edukasi dan literasi keuangan secara inklusif.
Baca Juga: IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
Pintu bursa akan dibuka lebar sebagai pusat pembelajaran bagi para artis, pembuat konten, hingga komunitas kreatif agar mereka dapat lebih akrab dengan dunia pasar modal.
"Artis, pelajar, ya, siapapun kelompok masyarakat, tentu kami silakan untuk datang dan belajar di bursa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
-
Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I
-
IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak
-
Punya Valuasi Rp3 Triliun! RANS Entertainment Bersiap Lego Saham, Apa yang Diincar Raffi Ahmad?
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 6.200, Saham TPIA Bangkit
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
-
WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%
-
Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I
-
Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?
-
Rupiah Kian Loyo! Prabowo Jadi Presiden RI yang Paling Sering ke LN, Kalahkan SBY dan Jokowi
-
OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM
-
PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta
-
IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak
-
Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun
-
AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket