Bisnis / Keuangan
Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 (22/5/2026). (Suara.com/CNR ukirsari)
Baca 10 detik
  • Saham BBRI anjlok 3,91 persen ke Rp 2.950 pada Jumat (29/5/2026) akibat aksi jual masif investor asing.
  • Tekanan jual terjadi saat rebalancing indeks MSCI, namun diimbangi aksi beli bersih investor domestik senilai Rp 738 miliar.
  • Meskipun harga saham turun, fundamental BBRI tetap kuat dengan pertumbuhan laba bersih 6 persen selama empat bulan 2026.

Realisasi laba ini setara dengan 27% dari estimasi laba bersih konsolidasi penuh untuk tahun 2026 (2026F consensus), sedikit lebih cepat dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di rasio 26%.

Pertumbuhan laba yang solid selama 4M26 ini ditopang oleh dua mesin utama: lonjakan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 7% YoY, serta efisiensi beban bunga yang berhasil ditekan hingga minus 16% YoY.

Dari sisi ekspansi, penyaluran kredit secara keseluruhan tumbuh pesat 11% YoY, mengalahkan proyeksi panduan atau guidance manajemen yang sebelumnya mematok target pertumbuhan konservatif di rentang 7–9% YoY. Kualitas aset juga membaik, ditandai dengan penurunan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) menjadi 3,2% pada 4M26 dibandingkan 3,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam analisis Mandiri Sekuritas, di balik pertumbuhan laba bersih bank only sebesar 6% pada 4M26, BBRI mampu mencatatkan Return on Equity (ROE) yang sangat sehat di level 15,9%.

Ekspansi kredit dan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) berpotensi menghadapi tekanan akibat tren kenaikan inflasi dan peningkatan risiko kredit secara sistemik.

Meski demikian, manajemen BBRI dinilai telah mengambil langkah preventif yang mumpuni. Komitmen perseroan dalam satu tahun terakhir untuk mempertebal himpunan dana murah melalui jaringan CASA (Current Account Saving Account), pengetatan standar penjaminan (underwriting), serta penguatan kerangka manajemen risiko, diyakini akan menjadi bantalan kuat yang memberikan ketahanan profitabilitas bagi bank sepanjang tahun buku 2026 (FY26).

Load More