- Saham BBRI anjlok 3,91 persen ke Rp 2.950 pada Jumat (29/5/2026) akibat aksi jual masif investor asing.
- Tekanan jual terjadi saat rebalancing indeks MSCI, namun diimbangi aksi beli bersih investor domestik senilai Rp 738 miliar.
- Meskipun harga saham turun, fundamental BBRI tetap kuat dengan pertumbuhan laba bersih 6 persen selama empat bulan 2026.
Realisasi laba ini setara dengan 27% dari estimasi laba bersih konsolidasi penuh untuk tahun 2026 (2026F consensus), sedikit lebih cepat dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di rasio 26%.
Pertumbuhan laba yang solid selama 4M26 ini ditopang oleh dua mesin utama: lonjakan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 7% YoY, serta efisiensi beban bunga yang berhasil ditekan hingga minus 16% YoY.
Dari sisi ekspansi, penyaluran kredit secara keseluruhan tumbuh pesat 11% YoY, mengalahkan proyeksi panduan atau guidance manajemen yang sebelumnya mematok target pertumbuhan konservatif di rentang 7–9% YoY. Kualitas aset juga membaik, ditandai dengan penurunan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) menjadi 3,2% pada 4M26 dibandingkan 3,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam analisis Mandiri Sekuritas, di balik pertumbuhan laba bersih bank only sebesar 6% pada 4M26, BBRI mampu mencatatkan Return on Equity (ROE) yang sangat sehat di level 15,9%.
Ekspansi kredit dan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) berpotensi menghadapi tekanan akibat tren kenaikan inflasi dan peningkatan risiko kredit secara sistemik.
Meski demikian, manajemen BBRI dinilai telah mengambil langkah preventif yang mumpuni. Komitmen perseroan dalam satu tahun terakhir untuk mempertebal himpunan dana murah melalui jaringan CASA (Current Account Saving Account), pengetatan standar penjaminan (underwriting), serta penguatan kerangka manajemen risiko, diyakini akan menjadi bantalan kuat yang memberikan ketahanan profitabilitas bagi bank sepanjang tahun buku 2026 (FY26).
Berita Terkait
-
Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127
-
Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi