- Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS menjadi peluang meningkatkan keuntungan nilai ekspor.
- Kementerian Perdagangan mencatat kenaikan ekspor sebesar 5,48 persen pada April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan bahan baku impor tetap aman serta terkendali untuk kebutuhan dalam negeri.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso merespon santai pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp 18.000 dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah ini justru menjadi peluan cuan bagi ekspor.
Apalagi saat ini, nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan pada bulan April 2026 ini.
Sehingga, dengan rupiah yang semakin tinggi dan transaksi ekspor menggunakan dolar AS, maka imbal devisanya bisa lebih besar.
"Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (4/6/2026).
Namun demikian, Mendag tetap risau terhadap harga barang impor di tengah pelemahan rupiah. Akan tetapi, ia melihat harga barang impor masih aman, salah satunya harga kedelai sesiao data sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Meski begitu, dia tidak menampik memang harga barang impor akan melonjak ke depannya.
"Ya, karena memang kondisinya lagi begini ya, lagi kondisi lagi," ungkapnya.
Bahan Baku Aman
Terlepas dari hal ini, Mendag menjamin, bahan baku barang impor masih tersedia. Dirinya akan memelotototi para produsen dalam melakukan operasional produksi.
Baca Juga: Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
"Ya pertama dari distribusi, kemudian dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen, jangan sampai, itu pun terganggu gitu kan ya, jangan sampai stok nggak ada," jelasnya.
Mendag juga memastikan, bahan pokok impor juga masih tersedia dan memehui konsumsi dalam negeri.
"Jadi sekarang saya sampaikan ke temen-temen, stok bahan pokok normal, artinya bahkan tadi telur aja surplus kan gitu ya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight