Bisnis / Makro
Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:55 WIB
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (10/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menargetkan perluasan akses listrik ke 2.065 lokasi baru untuk menjangkau 173.853 calon pelanggan pada 2026.
  • Pemerintah menerapkan empat strategi infrastruktur adaptif untuk mengatasi tantangan geografis di wilayah terpencil hingga daerah pelosok Indonesia.
  • Rasio elektrifikasi nasional berhasil mencapai 99,83 persen pada triwulan I 2026 berkat optimalisasi program kelistrikan sejak 2025.

Pertumbuhan ketersediaan daya listrik di Indonesia menunjukkan grafik kenaikan yang sangat positif jika ditarik dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir.

Lonjakan angka interkoneksi ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dari pinggiran, mengingat listrik merupakan penggerak utama sektor digitalisasi dan produktivitas bagi generasi muda maupun pelaku usaha di daerah.

"Data pada triwulan I tahun 2026, rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 99,83 persen. Meningkat signifikan dibanding 91,16 persen pada tahun 2016,”

Perkembangan mutakhir di tingkat regional juga menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Beberapa wilayah pusat ekonomi dan destinasi wisata internasional utama tercatat sudah berhasil menuntaskan agenda modernisasi energi ini secara menyeluruh hingga ke pelosok terkecil.

"Beberapa provinsi telah mencapai 100 persen, yaitu Bali dan Jakarta," katanya.

Load More