- OJK mencatat total aset industri asuransi nasional tumbuh 3,39 persen menjadi Rp1.202,16 triliun pada April 2026 secara tahunan.
- Permodalan sektor asuransi jiwa dan umum tetap kuat dengan tingkat Risk Based Capital di atas batas minimum.
- Sektor dana pensiun mencatatkan aset Rp1,69 kuadriliun, sementara aset industri penjaminan nasional terkontraksi menjadi Rp46,73 triliun pada April.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri asuransi nasional mencapai Rp1.202,16 triliun atau sekitar Rp1,2 kuadriliun pada April 2026. Nilai tersebut tumbuh 3,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Aset industri asuransi pada April 2026 mencapai Rp1.202,16 triliun atau naik 3,39 persen year-on-year,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono.
Ogi menjelaskan, total aset tersebut berasal dari aset asuransi komersial sebesar Rp984,20 triliun yang meningkat 4,65 persen secara tahunan, serta aset asuransi nonkomersial senilai Rp217,96 triliun yang mengalami penurunan 1,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja usaha, pendapatan premi industri asuransi komersial hingga April 2026 tercatat mencapai Rp116,01 triliun atau turun tipis 0,36 persen secara tahunan.
Rinciannya, premi asuransi jiwa mencatat pertumbuhan 3,28 persen menjadi Rp62,58 triliun. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi 4,32 persen menjadi Rp53,43 triliun.
Meski demikian, kondisi permodalan industri asuransi masih berada pada level yang kuat. Secara agregat, sektor asuransi jiwa membukukan Risk Based Capital (RBC) sebesar 476,11 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi mencatat RBC sebesar 311,74 persen. Kedua angka tersebut masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan sebesar 120 persen.
Pada sektor dana pensiun, total aset tercatat mencapai Rp1,69 kuadriliun atau tumbuh 6,12 persen dibandingkan April tahun lalu. Namun, laju pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 10,54 persen secara tahunan.
Aset dana pensiun tersebut terdiri atas program pensiun sukarela sebesar Rp410,14 triliun yang naik 5,63 persen secara tahunan. Sementara itu, aset program pensiun wajib meningkat 10,13 persen menjadi Rp1,28 kuadriliun.
Di sisi lain, industri penjaminan nasional mencatatkan kinerja yang berbeda. Setelah masih tumbuh 0,77 persen pada Maret 2026, nilai aset industri penjaminan pada April 2026 justru mengalami penurunan.
Baca Juga: Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
“Pada perusahaan penjaminan, pada April 2026 nilai aset terkontraksi sebesar 1,28 persen yoy menjadi Rp46,73 triliun,” imbuh Ogi.
(Antara)
Berita Terkait
-
Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
-
Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei
-
Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?
-
Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026, Tumbuh 34,4 Persen
-
Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?
-
Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
-
MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak
-
Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah
-
Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI
-
Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei
-
Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025
-
Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik
-
Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?