Bisnis / Keuangan
Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan keterangan pers di DPR, Selasa (9/6/2026).
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengumumkan pemerintah akan menerapkan kebijakan strategis untuk memperkuat Rupiah pada pekan depan.
  • Masyarakat diimbau segera menjual simpanan Dolar AS agar terhindar dari potensi kerugian finansial akibat prediksi pelemahan nilai tukar tersebut.
  • Pemerintah mendorong perusahaan BUMN melakukan aksi pembelian kembali saham guna menjaga stabilitas pasar modal dan memperkokoh ekonomi domestik.

Dasco memberikan imbauan terbuka kepada masyarakat luas, terutama kalangan profesional dan investor di kota-kota besar, agar segera mengonversi dolar mereka kembali ke Rupiah.

Langkah ini disarankan untuk menghindari potensi kerugian finansial, akibat penurunan nilai dolar yang diprediksi akan terjadi secara signifikan dalam beberapa hari mendatang.

"Mungkin bagi teman-teman yang saat ini menyimpan dolar dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau masih menyimpan dolar. Itu imbauan saya," tegas Dasco.

Momentum Buyback Saham BUMN

Selain persoalan nilai tukar, Dasco juga menyoroti kondisi pasar modal Indonesia. Ia menilai, meskipun pasar sempat mengalami tekanan, fundamental perusahaan-perusahaan pelat merah (BUMN) dan perusahaan swasta yang menggarap proyek strategis nasional masih sangat solid.

Kondisi pasar yang sempat terkoreksi justru dipandang sebagai peluang emas untuk melakukan aksi korporasi.

"Sebenarnya BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki proyek strategis itu fundamentalnya kuat. Karenanya, ketika kondisi pasar sedang turun seperti kemarin, tentunya menjadi pertimbangan bagi BUMN, Himbara, maupun lembaga-lembaga investasi untuk melakukan buyback atau transaksi pembelian kembali saham," jelasnya.

Aksi buyback atau pembelian kembali saham oleh emiten-emiten besar, terutama dari sektor perbankan (Himbara) dan energi, dipercaya akan memberikan landasan yang kuat bagi indeks harga saham gabungan untuk kembali melesat.

Hal ini sekaligus menunjukkan kepada investor global bahwa ekonomi Indonesia memiliki ketahanan yang mumpuni.

Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

"Pasar juga melihat langkah membeli kembali saham pada saat kondisi pasar seperti kemarin, merupakan langkah yang cukup strategis," tambah Dasco.

Dengan adanya kombinasi strategi penguatan rupiah dan dorongan aksi buyback saham, pemerintah optimis bahwa pekan depan akan menjadi titik balik bagi penguatan ekonomi domestik.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arah kebijakan pemerintah agar dapat mengambil keuntungan dari momentum pemulihan nilai tukar ini.

Load More