- Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni di seluruh wilayah Indonesia.
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menyebabkan beban pengeluaran transportasi para pekerja di Jakarta menjadi membengkak signifikan.
- Para pekerja terpaksa memutar otak untuk menghemat biaya atau mempertimbangkan penggunaan transportasi umum demi menekan pengeluaran.
Suara.com - Melonjaknya harga Pertamax memaksa para pekerja di Jakarta memutar otak demi menekan biaya transportasi
Mereka kini berada di posisi dilematis, tetap menggunakan Pertamax dengan risiko pengeluaran yang membengkak, atau beralih ke Pertalite namun dengan konsekuensi mesin kendaraan mengalami gangguan.
Rafi (28), seorang karyawan swasta, setiap hari mengendarai sepeda motor dari rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, menuju tempat kerjanya di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Dalam sepekan, ia menghabiskan setidaknya 4 liter hingga 5 liter Pertamax (RON 92), atau setara dengan pengeluaran sekitar Rp 45.000- Rp 60.000.
Namun kini, pos pengeluaran untuk bahan bakar kendaraannya membengkak. Per 10 Juni kemarin, Pertamina resmi mengerek harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300. Sementara itu, Pertamax Green 95 melonjak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Ia pun memperhitungkan pengeluarannya untuk bensin akan meningkat menjadi Rp 80.000 per minggu.
Rafi bukannya tidak ingin beralih ke transportasi umum demi menghemat pengeluaran. Namun, akses dari rumahnya menuju halte atau stasiun terdekat terhitung cukup jauh, sehingga mengendarai sepeda motor tetap menjadi pilihan yang paling praktis. Oleh karenanya ia mengaku harus memutar otak demi memangkas pengeluaran harian lainnya.
"Mungkin mulai mengurangi perjalanan, membatasi dan mengevaluasi pengeluaran, karena Pertamax naik 4 ribu berdampak banget," kata Rafi kepada Suara.com pada Kamis (11/6/2026).
Selain itu, beralih Pertalite juga menurutnya menjadi pilihan yang tepat. Sebab BBM bersubsidi tersebut sempat membuat mesin sepeda motornya bermasalah.
Baca Juga: Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
"Kalau pake Pertalite rada ngadat. Pake Pertamax, hitung-hitung biar mesin lebih awet," katanya.
Di tengah kenaikan agar BBM saat ini, Rafi berharap agar pemerintah mendengar masukan dari masyarakat, khususnya dari pakar ekonomi.
Sebab menurutnya perubahan harga yang terjadi bukan hanya berdampak terhadap kelas menengah atas, tapi juga masyarakat bawah.
"Pemerintah jangan budek-budek sama masyarakat. Jangan sok keras, bilang yang pake Pertamax kelas menengah-atas," tegasnya.
Adi (31), karyawan swasta juga mengeluhkan keputusan Pertamina yang menaikkan harga Pertamax series. Sebagai pengguna BBM nonsubsdi tersebut ayah satu ini memastikan bahwa pengeluaran untuk bensin bakal membengkak.
Setiap hari ia berangkat kerja dari rumahnya di Cilangkap, Jakarta Timur menuju kantornya di Palmerah, Jakarta Barat menggunakan sepeda motor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar