Bisnis / Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni di seluruh wilayah Indonesia.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menyebabkan beban pengeluaran transportasi para pekerja di Jakarta menjadi membengkak signifikan.
  • Para pekerja terpaksa memutar otak untuk menghemat biaya atau mempertimbangkan penggunaan transportasi umum demi menekan pengeluaran.

Setiap dua hari sekali dia mengeluarkan uang sebesar 30 ribu untuk bahan bakar kendaraannya. Serupa dengan Rafi, Adi lebih memilih Pertamax demi menjaga performa mesin sepeda motornya. 

Meski saat ini harga Pertamax sudah melonjak signifikan, Adi belum berpikir beralih ke BBM bersubsidi Pertalite. 

"Bukan enggak pertimbangan , Lebih karena keadaan aja sih. Pernah pakai Pertalite malah ngebrebet, malah mahal di ongkos service. Jadi mau, enggak mau bertahan dulu di Pertamax, sambil coba cari alternatif," kata Adi kepada Suara.com. 

Sebagai alternatif, Adi saat ini mengaku mulai mempertimbangkan transportasi publik demi menekan pengeluaran. 

"Saat masih, liat dulu sih estimasi pengeluarannya beberapa minggu ke depan. Kalau misal membengkak,  paling alternatifnya naik Transjakarta dari Kampung  Rambutan ke Palmerah," katanya. 

Load More