- Kelangkaan beras premium di retail modern terjadi akibat tingginya harga gabah petani yang melampaui ketentuan HET pemerintah.
- Produksi gabah nasional pada Juni 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar 18 persen dibandingkan capaian pada bulan Mei 2026.
- Produsen beras menghadapi dilema antara risiko kerugian finansial atau sanksi hukum akibat menjual harga di atas HET.
Suara.com - Kelangkaan komoditas pangan mulai mengancam jaringan retail modern tanah air . Sejumlah merek beras kualitas premium dilaporkan semakin sulit dijumpai oleh masyarakat di pasar swalayan.
Kondisi mengkhawatirkan ini dipicu oleh lonjakan harga gabah di tingkat petani yang terus melesat di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) , sementara ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tidak mengalami penyesuaian .
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menjelaskan bahwa regulasi HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram (kg) dan beras premium senilai Rp14.900 per kg untuk Wilayah Zona I diformulasikan dengan baseline HPP gabah di level Rp6.500 per kg .
Namun , situasi riil di lapangan saat ini sudah melampaui batas perhitungan tersebut .
"Ketika harga gabah makin mahal alias di atas HPP, beras hasil giling pun akan semakin mahal. Harga beras pun potensial melampaui HET. Kalau menjual di atas HET bisa berurusan dengan Satgas Pangan. Kalau mengikuti HET, produsen merugi," ungkap Khudori kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).
Dilema Produsen: Bayang-Bayang Satgas Pangan atau Kerugian Finansial
Khudori menegaskan indikasi nyata dari ketimpangan tata niaga ini tercermin langsung dari menyusutnya ketersediaan barang di pasar.
"Beras premium aneka merek semakin terbatas didapatkan di retail modern," imbuhnya.
Menilik data komparasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), grafik rata-rata gabah di tataran petani nasional sudah berada di angka Rp6.951 per kg per 7 Juni 2026 , dan kembali terdongkrak naik ke level Rp6.993 per kg pada 20 Juni 2026.
Baca Juga: Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
Di beberapa wilayah pemasok utama seperti Lampung dan Jawa Timur , nilai transaksi gabah bahkan dilaporkan menembus rentang Rp7.500 hingga Rp8.000 per kg.
Selain faktor harga dasar, akselerasi kenaikan ini juga dipengaruhi oleh melandainya volume panen secara nasional . Berdasarkan proyeksi mutakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), output gabah kering giling (GKG) pada Juni 2026 diperkirakan hanya menyentuh 4,05 juta ton.
Jumlah tersebut mencatatkan penurunan sekitar 18 persen bila dibandingkan pencapaian bulan Mei 2026 yang sempat menembus 4,94 juta ton GKG.
Kondisi pasokan yang menyusut ini kian pelik lantaran tingkat persaingan untuk memperoleh gabah petani tetap tinggi.
Di satu sisi, Perum Bulog masih gencar melakukan penyerapan gabah demi mengamankan target cadangan beras pemerintah. Di sisi lain, total kapasitas giling dari penggilingan padi nasional tercatat jauh lebih besar ketimbang volume produksi gabah yang tersedia .
"Ketika produksi kian melandai, sementara perebutan gabah tetap sengit, harga gabah akan terus naik," kata Khudori.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya