- TBS Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui PMI Kabupaten Tangerang untuk warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.
- Kebakaran memicu dampak kesehatan, dengan ratusan warga terkena ISPA dan lebih dari 50 KK harus dievakuasi.
- Kolaborasi TBS Foundation dan PMI mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.
Suara.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang, TBS Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan data terakhir, ratusan warga mengalami gangguan kesehatan berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap, sementara sekitar lebih dari 50 KK yang terdiri atas 158 jiwa warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara untuk menghindari dampak lanjutan dari kondisi udara yang memburuk.
Menurut keterangan Achmad Taufik, Kepala Badan Penanggulangan Bencada Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, kebakaran terjadi sejak Selasa 30 Juni 2026 pagi.
Dari total luas lahan TPA 32 hektare, 15 hektare terdampak kebakaran. Hingga saat ini 8 titik sudah berhasil dikendalikan, menyisakan 4 titik kebakaran yang masih membutuhkan penanganan.
Bantuan yang disalurkan berupa 200 boks masker, 60 tabung Oxycan, serta makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak, khususnya akibat paparan asap dari kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Melalui kolaborasi dengan PMI Kabupaten Tangerang, bantuan diharapkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui jejaring dan pengalaman PMI Kabupaten Tangerang dalam penanganan kedaruratan, bantuan diharapkan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat bahwa tantangan lingkungan dapat dengan cepat berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, respons yang cepat dan kolaboratif menjadi penting untuk meminimalkan dampak yang dirasakan warga, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
"Kami dari PMI Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh TBS Foundation. Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, khususnya di situasi darurat seperti ini," ujar Hadi Fauzi, Ketua Markas PMI Kabupaten Tangerang.
"Kami memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat," sambungnya.
Anugraha Dezmercoledi, Executive Director TBS Foundation menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan elemen penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu melindungi kesehatan warga yang terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Kami percaya bahwa dampak yang berkelanjutan lahir dari aksi nyata yang dilakukan secara kolaboratif," katanya.
Bagi TBS Foundation, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program jangka panjang, tetapi juga melalui kemampuan untuk hadir dan berkolaborasi ketika masyarakat menghadapi dampak nyata dari tantangan lingkungan.
Dengan semangat tersebut, TBS Foundation akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus berkontribusi pada terwujudnya masa depan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya