- OJK dorong pembiayaan ekonomi kreatif lewat Program PED Jakarta.
- Jakarta tumbuh 5,21%, ekonomi kreatif disiapkan jadi mesin baru.
- BI, OJK, Bank Jakarta perkuat ekosistem menuju kota global.
Suara.com - Pemerintah dan regulator keuangan semakin serius menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru bagi Jakarta. Di tengah dominasi sektor jasa sebagai penopang utama perekonomian ibu kota, penguatan ekosistem ekonomi kreatif dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian DKI Jakarta tumbuh 5,21 persen sepanjang 2025. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku bahkan mencapai Rp3.926,15 triliun, menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia.
Namun, di balik capaian tersebut, pemerintah melihat perlunya sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Salah satunya melalui penguatan sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi, meningkatkan nilai tambah, serta memperluas kesempatan kerja.
Di tingkat nasional, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama BPS juga tengah memperkuat fondasi data ekonomi kreatif agar penyusunan kebijakan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.
Sejalan dengan upaya tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong sinergi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi DKI Jakarta. Program ini difokuskan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif sehingga mereka memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati, mengatakan Program Pengembangan Ekonomi Daerah menjadi salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Jakarta atas dukungan dan kontribusinya dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yang merupakan salah satu program unggulan TPAKD Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer percepatan terwujudnya visi Top 20 Global City," ujar Nuning, Senin (6/7/2027).
Menurut Nuning, Bank Jakarta menjadi salah satu institusi yang aktif membangun ekosistem ekonomi kreatif, terutama pada subsektor penyelenggaraan event. Keterlibatan bank daerah tersebut dimulai sejak tahap perencanaan hingga persiapan implementasi program.
Ia menjelaskan, Bank Jakarta mengikuti rangkaian pembahasan mulai dari rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) pada April 2026, pelaksanaan FGD pada 12 Mei 2026, hingga berbagai agenda praimplementasi sepanjang Juni 2026.
Baca Juga: OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake
Bagi OJK, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
"Sinergi dan kolaborasi ini akan terus kita perkuat sebagai fondasi bagi implementasi kerja sama yang berkelanjutan ke depan," kata Nuning.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui seremoni Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk subsektor event dan periklanan yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bank Jakarta diwakili oleh Pemimpin Grup Bisnis UKM Bank Jakarta, Bambang Nurcahyo.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menilai kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi fondasi penting dalam transformasi ekonomi Jakarta.
Menurutnya, Jakarta Kreatif Festival tidak hanya menjadi ajang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga berperan mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing ekonomi ibu kota.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta. Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," ujar Iwan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
-
AI Berpotensi Perkuat Industri Keuangan Syariah
-
Emiten UVCR Perluas Distribusi Voucher Digital, Sasar Mobile Banking
-
Bahlil Bawa Kabar Kurang Enak Soal CNG
-
Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal
-
Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
-
Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi