Bisnis / Keuangan
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB
Penjualan SIG naik 4,4% menjadi 15,09 juta ton hingga Mei 2026. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Penjualan SIG naik 4,4% menjadi 15,09 juta ton hingga Mei 2026.

  • Penjualan domestik melonjak 9,6%, didorong semen kantong yang tumbuh 11,9%.

  • SIG bidik ekspor 450 ribu ton semen khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026.

Suara.com - Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mulai menunjukkan hasil nyata. Di tengah persaingan industri semen yang masih ketat, emiten bersandi SMGR tersebut berhasil membukukan pertumbuhan volume penjualan sebesar 4,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang Januari hingga Mei 2026.

SIG mencatat volume penjualan mencapai 15,09 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14,46 juta ton. Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa strategi transformasi yang dijalankan perusahaan mampu menjaga daya saing sekaligus memperkuat posisi SIG di pasar domestik maupun internasional.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara yang mendorong transformasi BUMN berjalan lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pertumbuhan penjualan terutama ditopang oleh peningkatan penjualan di pasar domestik yang naik 9,6% secara tahunan, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen semen kantong yang melonjak 11,9%.

"Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri," ujar Vita dalam keterangannya.

Menurutnya, pendekatan berbasis pasar mikro memungkinkan SIG lebih adaptif dalam membaca kebutuhan konsumen di setiap wilayah sehingga distribusi produk menjadi lebih efektif dan mampu mempertahankan pangsa pasar.

Tidak hanya memperkuat bisnis di dalam negeri, SIG juga semakin agresif memperluas pasar ekspor sebagai bagian dari strategi meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperbesar kontribusi produk bernilai tambah.

Langkah tersebut ditandai dengan realisasi ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat setelah fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur, resmi beroperasi. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengirimkan 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke pasar Amerika.

Ekspor tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation, salah satu produsen semen terbesar di Jepang.

Baca Juga: Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Melalui kolaborasi tersebut, SIG menargetkan total ekspor mencapai 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap sepanjang 2026.

Ekspansi pasar internasional ini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap permintaan domestik yang masih menghadapi tantangan akibat kelebihan kapasitas industri semen nasional.

Vita menegaskan transformasi bisnis yang dijalankan SIG tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga diarahkan untuk membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui diversifikasi pasar, peningkatan utilisasi aset produksi, serta pengembangan produk bernilai tambah.

"Transformasi bisnis yang dijalankan oleh SIG berhasil menjaga resiliensi bisnis perusahaan di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. SIG senantiasa mengevaluasi dan mempertajam strategi transformasi yang dijalankan agar terus adaptif dan kompetitif di industri," ujarnya.

Load More