- PT Niramas Utama Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026.
- Perusahaan melepas 266 juta saham seharga Rp900 per lembar dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar.
- Saham JELI langsung melonjak 25 persen hingga menyentuh batas atas ARA menjadi Rp1.125 per lembar saham.
Suara.com - Emiten makanan dan minuman, PT Niramas Utama Tbk (JELI) remi melangsungkan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026).
Sama seperti emiten JECX, JELI juga langsung melesat hingga mencapai batas atas atau Auto Rejection Atas (ARA) ke level Rp1.125 per saham naik 25 persen atau 225 poin dari harga penawaran Rp900 per saham.
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S Lukman, mengatakan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi tonggak penting bagi perjalanan perusahaan sebagai emiten.
"Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi Perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," ujar Adhi S. Lukman di Gedung BEI, Selasa (7/7/2026).
Dalam aksi korporasi tersebut, Perseroan menawarkan 266.000.000 saham baru atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham.
Adapun, dalam IPO ini, JELI berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar dari penawaran umum perdana saham.
Perseroan menyatakan seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan perusahaan melalui empat tujuan utama yang telah ditetapkan dalam prospektus.
Melalui IPO JELI di Bursa Efek Indonesia, PT Niramas Utama Tbk optimistis dapat memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan daya saing produk INACO di pasar domestik maupun internasional, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham seiring pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional.
Baca Juga: Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
-
Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
-
Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram
-
Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026
-
Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026