Bisnis / Energi
Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB
PLN Nusantara Power. (ANTARA/HO-PLN NP)
Baca 10 detik
  • PT PLN Nusantara Power berhasil memproduksi energi listrik sebesar 66.919 GWh dan menurunkan Biaya Pokok Produksi sebesar 11,4 persen.
  • Perusahaan mencatatkan penurunan emisi karbon sebesar 1,46 persen serta mencapai target kinerja operasional dan tata kelola perusahaan yang baik.
  • Pendapatan sektor non-kelistrikan mencapai Rp1,1 triliun yang bersumber dari berbagai proyek internasional di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste.

Suara.com - PT PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero), membukukan produksi energi listrik sebesar 66.919 Giga Watt hour (GWh) sepanjang tahun 2025. 

Selain menjaga volume produksi, perseroan juga mencatatkan penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar 11,4% melalui optimalisasi bauran energi (energy mix).

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa realisasi kinerja operasional ini merupakan hasil dari efisiensi proses pembangkitan dan pengelolaan sumber daya yang lebih optimal.

"Capaian operasional ini menjadi bukti transformasi perusahaan dalam menghasilkan energi yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan nasional," ujar Ruly dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2026).

Dari sisi keandalan operasional, indikator teknis Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN NP dilaporkan berhasil melampaui target yang ditetapkan. 

Di bidang lingkungan, perusahaan mencatatkan penurunan emisi karbon sebesar 1,46 persen atau setara dengan 110 persen dari target tahun 2025.

Ilustrasi PLN (Antara)

"Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga mengenai integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” tambah Ruly.

Selain pendapatan dari bisnis utama penyediaan listrik, PLN NP membukukan pendapatan dari sektor non-kelistrikan (Beyond kWh) sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini mencapai 160 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp688 miliar.

Pendapatan di luar tarif listrik tersebut ditopang oleh pengerjaan sejumlah proyek internasional di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. 

Baca Juga: Singapura Jadi Beli Listrik dari RI, Tapi Harganya Belum Deal

Pada aspek tata kelola, PLN NP meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkup entitas PLN Group.

Hingga saat ini, PLN NP juga terus menambah portofolio pembangkit dengan mengembangkan unit-unit baru berkapasitas total 696,9 Mega Watt (MW) di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi ke depannya. 

Load More