- PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026.
- Emiten JECX berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar melalui penawaran umum perdana saham bagi para investor.
- Harga saham JECX melonjak 24,8 persen menjadi Rp1.560 sebagai dampak positif setelah resmi melantai di bursa.
Suara.com - Emiten Rumah Sakit Mata, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026).
Perusahaan yang dikenal Jakarta Eye Center (JEC) ini langsung melonjak 24,8 persen ke level Rp1.560 dari harga penawaran yang sebesar Rp1.250 per saham.
Adapun, JECX menjadi emiten ketiga yang melantai di BEI pada tahun 2026.
Presiden Direktur JECX, Johan Hutauruk, mengatakan perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
"Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata," ujar Johan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam IPO tersebut, Perseroan menawarkan sebanyak 487.983.500 saham atau setara 15,00 persendari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
IPO JECX terdiri atas 325.322.300 saham baru atau sebesar 10,00 persendan 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau sebesar 5,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Sebagai informasi, PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JEC Eye Hospitals & Clinics berawal dari Klinik Mata Jakarta yang didirikan pada 1984 dan berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Kini, JEC telah bertransformasi menjadi jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi berskala nasional.
Perseroan saat ini mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata dan 11 klinik utama yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Baca Juga: Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, JEC menyediakan layanan kesehatan mata yang komprehensif, mulai dari layanan kornea, bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, oftalmologi anak, pengendalian miopia, okuloplasti, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma mata, low vision, laboratorium, optik hingga layanan rawat inap di fasilitas tertentu.
Melalui IPO JECX di Bursa Efek Indonesia, Perseroan menargetkan penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan industri kesehatan nasional dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan oftalmologi berkualitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram
-
Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026
-
Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026
-
BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja