- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 5 poin menjadi Rp17.990 pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026.
- Faktor utama penguatan rupiah dipicu oleh koreksi dolar AS berdasarkan data ekonomi ISM dari Amerika Serikat.
- Potensi penguatan rupiah bersifat sementara karena investor sedang menantikan data cadangan devisa Indonesia yang dikabarkan menurun.
Suara.com - Mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pagi ini. Penguatan ini membuat rupiah masuk zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Selasa 7 Juli2026 dibuka ke level Rp17.990 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 5 poin atau 0,03 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.995 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah ini disebabkan faktor global.
"Rupiah diperkirakan akan dibuka datar walau berpotensi menguat terhadap dolar AS yg terkoreksi oleh data Data ISM (Institute for Supply Management) yang merupakan laporan bulanan penting yang mengukur kesehatan ekonomi Amerika Serikat," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, penguatan rupiah ini masih bersifat sementara. Lantaran, investor menantikan cadangan devisa Indonesia yang dikabarkan mengalami penurunan.
"Investor juga menantikan data Cadangan Devisa siang ini. 17950-18050," tambahnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 0,17 persen disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,15 persen, won Korea menguat 0,14 persen.
Lalu ada peso Filipina menguat 0,12 persen. Diikuti dolar Singapura menguat 0,11 persen. Yuan China menguat 0,10 persen. Hingga dolar Hong Kong yang menguat 0,001 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan, baht Thailand dan dolar Taiwan melemah terhadap dolar AS pagi ini, dengan pelemahan masing-masing 0,07 persen dan 0,08 persen. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 100,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 100,85.
Baca Juga: Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram
-
Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900
-
Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan
-
SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026
-
Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026
-
BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru