Bisnis / Keuangan
Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:12 WIB
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono di Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]
Baca 10 detik
  • Bank Jago meluncurkan fitur Rapor Kredit untuk memfasilitasi nasabah memantau riwayat pinjaman melalui data SLIK OJK secara praktis.
  • Inovasi ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan agar nasabah mampu mengambil keputusan pembiayaan secara bijak dan bertanggung jawab.
  • Nasabah dapat mengakses status kredit serta tips edukasi kesehatan finansial langsung melalui aplikasi Jago untuk pengelolaan utang.

Suara.com - Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit sebagai inovasi untuk membantu nasabah memahami kondisi kesehatan finansial terkait pinjaman atau kredit.

Fitur terbaru di aplikasi Bank Jago ini memungkinkan debitur mengakses informasi riwayat kredit yang bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara mudah, transparan, dan praktis.

Kehadiran Rapor Kredit Bank Jago, SLIK OJK, dan kesehatan kredit diharapkan mendorong masyarakat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Peluncuran fitur Rapor Kredit Bank Jago merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan konsep responsible lending atau pembiayaan yang bertanggung jawab.

Melalui layanan ini, nasabah dapat mengetahui status kredit, memahami kapasitas keuangan, serta memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum mengajukan pinjaman.

Inovasi ini juga menjadi upaya Bank Jago untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkuat inklusi keuangan, dan mendorong penggunaan SLIK OJK secara lebih luas.

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan kemudahan memperoleh pembiayaan harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai kondisi keuangan pribadi.

"Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya," ujar Andy di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan nasional pada sektor pembiayaan perbankan mencapai 65,5 persen.

Baca Juga: 8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Sementara itu, tingkat literasi pada lembaga pembiayaan nonbank mencapai 44,7 persen, fintech lending 24,9 persen, dan lembaga keuangan mikro 9,8 persen.

Di tengah semakin mudahnya akses masyarakat terhadap berbagai produk pembiayaan, kemampuan memahami kredit dan mengelola utang dinilai menjadi aspek penting.

Kondisi tersebut mendorong Bank Jago menghadirkan Rapor Kredit agar nasabah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kreditnya sebelum mengambil keputusan keuangan.

Melalui fitur ini, debitur dapat mengakses riwayat kredit yang berasal dari SLIK OJK langsung melalui Aplikasi Jago. Selain mengetahui status kredit, pengguna juga memperoleh informasi yang membantu memahami kondisi kesehatan kredit secara menyeluruh.

Bank Jago turut melengkapi layanan tersebut dengan fitur Credit Health Tips yang berisi artikel edukasi serta rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi kesehatan kredit masing-masing debitur.

"Bagi nasabah dengan kesehatan kredit yang baik, fitur ini memberikan panduan untuk mempertahankan kesehatan kreditnya. Bagi nasabah yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki kesehatan kreditnya, tersedia tips dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas kredit secara bertahap," tutur Andy.

Load More