- Anak Menteri PU disebut ikut rombongan kunker ke New York.
- Profil LinkedIn menunjukkan bekerja di PT Vale Indonesia Tbk.
- Kini profil LinkedIn tersebut sudah tidak dapat diakses.
Suara.com - Keikutsertaan anak Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo Lasmono, Aurellia Tsabitha Meidirama, dalam rombongan kunjungan kerja (kunker) ke New York, Amerika Serikat, terus menjadi perhatian publik. Di tengah polemik tersebut, jejak karier Aurellia ikut disorot setelah profil LinkedIn yang sebelumnya memuat informasi pekerjaannya kini tidak lagi dapat ditemukan.
Berdasarkan data yang sebelumnya tercantum di platform profesional LinkedIn, Aurellia Tsabitha Meidirama tercatat bekerja sebagai Business Development Junior Analyst di PT Vale Indonesia Tbk. Profil tersebut juga menyebutkan bahwa dirinya merupakan profesional di bidang pengembangan bisnis dengan latar belakang multidisiplin yang mencakup pemasaran strategis, keuangan, hingga strategi bisnis.
Dalam deskripsi profil tersebut tertulis bahwa Aurellia memiliki pengalaman sebagai Business Development professional at PT Vale Indonesia Tbk with a multidisciplinary background spanning strategic marketing, finance, and business strategy. Akun itu juga tercatat memiliki lebih dari 510 pengikut dan mencantumkan lokasi di Jakarta.
Namun, saat dilakukan penelusuran terbaru, profil LinkedIn yang sebelumnya menampilkan informasi tersebut sudah tidak lagi dapat ditemukan atau diakses.
Sebelumnya, dokumen daftar delegasi kunjungan kerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke New York, Amerika Serikat, bocor dan memicu polemik setelah beredar luas di media sosial.
Perhatian publik tertuju pada masuknya nama istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo Lasmono dalam rombongan resmi yang dijadwalkan menghadiri agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 13–19 Juli 2026.
Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor: HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026 menjadi perbincangan setelah sejumlah akun media sosial menyoroti keberadaan anggota keluarga menteri dalam daftar delegasi. Sejumlah warganet bahkan mengaitkan perjalanan tersebut dengan dugaan agenda menonton Final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat.
Dalam dokumen yang beredar, istri Menteri PU, Irma Hermawati, tercantum menggunakan paspor diplomatik. Sementara putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama, masuk dalam daftar delegasi dengan menggunakan paspor biasa.
Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk merupakan perusahaan pertambangan nikel yang bergerak pada sektor hulu mineral dan merupakan salah satu emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Posisi Business Development Junior Analyst pada umumnya berfokus pada analisis peluang bisnis, penyusunan strategi pengembangan usaha, serta evaluasi proyek dan investasi perusahaan.
Baca Juga: Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari Aurellia Tsabitha Meidirama maupun PT Vale Indonesia Tbk mengenai sorotan publik tersebut maupun status profil LinkedIn yang sebelumnya memuat informasi pekerjaan tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
-
BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
-
Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau
-
WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM