- Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah pusat segera mencairkan Dana Bagi Hasil sebesar Rp132 triliun.
- Pencairan dana bertujuan membantu pemerintah daerah membayar gaji PPPK agar tidak terjadi perumahan pegawai akibat kendala fiskal.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (8/7/2026) sebagai respons atas protes PPPK di Kota Tidore Kepulauan.
Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah pusat segera mencairkan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp132 triliun untuk membantu daerah membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Langkah itu dinilai penting agar tidak ada lagi daerah yang merumahkan pegawai karena kekurangan anggaran.
Pernyataan itu disampaikan Said merespons aksi demonstrasi PPPK di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, yang memprotes rencana perumahan pegawai akibat tekanan fiskal pemerintah daerah.
"Seharusnya tidak terjadi dalam kondisi seperti ini. Jangan sampai terjadi (perumahan pegawai)," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Said, Banggar DPR sejak awal telah mengingatkan pemerintah mengenai beratnya kondisi keuangan yang dihadapi sejumlah daerah. Karena itu, pemerintah diminta segera menyalurkan hak daerah agar roda pemerintahan tetap berjalan, termasuk pembayaran gaji PPPK.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab terganggunya pembayaran gaji PPPK adalah belum tersalurkannya Dana Bagi Hasil secara penuh dari pemerintah pusat.
"Umpamanya dana bagi hasil yang belum disalurkan, segera disalurkan agar daerah bisa bernapas dan mampu membayar honor, gaji P3K. Tadi diputuskan, supaya dana bagi hasil yang kurang salur sebesar Rp132 triliun segera dicairkan untuk daerah-daerah," tegas Said.
Said menjelaskan, selama ini penyaluran DBH baru dilakukan sekitar separuh dari total yang seharusnya diterima daerah. Padahal, dana tersebut menjadi salah satu sumber utama pembiayaan belanja pegawai di daerah.
Ia juga mengakui kemampuan fiskal setiap pemerintah daerah tidak sama. Sebagian daerah telah mengalokasikan anggaran untuk PPPK sejak awal, namun sebagian lainnya masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan belanja pegawai.
Baca Juga: Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan
Menurut Said, persoalan yang mencuat di Tidore Kepulauan kemungkinan hanya puncak gunung es dari tekanan fiskal yang dialami banyak daerah di Indonesia.
"Semoga itu (Tidore) satu-satunya, tapi saya yakin tidak satu-satunya sebenarnya. Masih banyak daerah yang memang fiskalnya mengalami tekanan luar biasa. Maka pemerintah harus turun tangan untuk mempercepat, tepat salur dana bagi hasil," tuturnya.
Said menambahkan pemerintah pusat telah berkomitmen membantu daerah-daerah yang mengalami kesulitan fiskal agar pelayanan publik, termasuk pembayaran hak PPPK, tetap berjalan.
"Pemerintah sudah komitmen, bagi daerah yang kesulitan fiskal, pemerintah akan turun tangan. Itu sudah ditekankan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Viral Pencurian Pagar Besi Kampung Melayu, Polisi Ringkus Satu Pelaku
-
Dugaan Tambang Ugal-ugalan di Desa Rantau Bakula, Walhi Beri Waktu Satu Bulan untuk Solusi
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Tak Akan Berakhir Tanpa Bukti Fisik di Persidangan
-
25 Tahun Menutup Saluran, 7 Bangunan Liar di Tanah Abang Dibongkar Usai Dilaporkan Warga
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
-
KPK Periksa Kepala Divisi LPEI Terkait Dugaan Korupsi Kredit yang Rugikan Negara Rp11 Triliun
-
Suara Bising 24 Jam dan Teror Limbah: Jeritan Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan ke Jakarta
-
24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor
-
Lewat Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tak Ambil Jalur Oposisi
-
Banyak Salah Sasaran, Cak Imin Minta Orang Kaya Tak Lagi Ngaku Miskin di BPJS Kesehatan