Bisnis / Keuangan
Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB
Kemenangan 2-0 atas Austria memastikan Argentina melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. [@afaseleccion]
Baca 10 detik
  • Jurnalis Romain Molina segera mengungkap laporan investigasi mendalam terkait skandal mafia dalam tata kelola sepak bola Argentina.
  • FBI saat ini menyelidiki Asosiasi Sepak Bola Argentina atas dugaan penipuan dan pencucian uang senilai 300 juta dolar.
  • Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 diwarnai kritik keras karena banyaknya keputusan wasit yang dianggap menguntungkan mereka.

Suara.com - Langkah tim nasional Argentina dalam mempertahankan gelar juara di ajang Piala Dunia 2026 memicu perdebatan luas di kalangan pencinta sepak bola.

Kelolosan mereka ke fase gugur tidak hanya diwarnai oleh rangkaian keputusan pengadil lapangan yang dinilai kontroversial, tetapi kini juga dibayangi oleh rencana pengungkapan skandal besar terkait tata kelola sepak bola di negara tersebut.

Jurnalis investigasi asal Prancis yang berbasis di Andalusia, Romain Molina, mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa dirinya tengah merampungkan laporan mendalam mengenai apa yang disebutnya sebagai "mafia sepak bola Argentina".

Mantan jurnalis The Guardian yang dikenal lewat rekam jejaknya membongkar pelanggaran di Federasi Bola Basket Mali dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) ini mengeklaim bahwa temuannya akan menjadi salah satu isu terbesar yang diduga ditutupi oleh FIFA dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelidikan Keuangan oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI)

Sinyal negatif yang menerpa sepak bola Argentina sebenarnya tidak hanya datang dari rencana publikasi Molina.

CBS melaporkan, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) saat ini diduga sedang berada dalam radar pemeriksaan penegak hukum Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan awal yang dipublikasikan oleh surat kabar harian asal Argentina, La Nación, FBI tengah menjalankan investigasi atas dugaan praktik penipuan serta pencucian uang (money laundering).

Fokus utama penyelidikan tersebut adalah menelusuri legalitas perpindahan dana eksternal yang nilainya disinyalir melampaui 300 juta dolar AS melalui sistem lembaga keuangan resmi di Amerika Serikat.

Baca Juga: Dosen Kimia Ivan Barton Jadi Wasit Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol

Catatan Rentetan Kontroversi di Piala Dunia 2026

Sorotan di luar lapangan ini berjalan beriringan dengan dinamika performa tim nasional Argentina sepanjang turnamen berlangsung. Beberapa pertandingan yang dilakoni skuad Albiceleste dinilai sejumlah pihak diuntungkan oleh keputusan-keputusan krusial dari wasit:

Fase Grup (vs Aljazair): Kemenangan 3-0 Argentina diwarnai perdebatan setelah megabintang Lionel Messi dianggap beruntung tidak dijatuhi hukuman kartu merah langsung akibat pelanggaran keras menggunakan pul sepatu (studs-up challenge) terhadap pemain Aljazair, Aissa Mandi.

Fase Grup (vs Austria): Jalannya laga dinilai publik diwarnai beberapa keputusan janggal yang cenderung menguntungkan posisi tim perwakilan Amerika Selatan tersebut.

Babak 32 Besar (vs Tanjung Verde): Kemenangan tipis 3-2 Argentina kembali memicu kritik, di mana pengadil lapangan dituduh memperlihatkan keberpihakan lewat keputusan pelanggaran minor serta penghentian waktu yang dinilai tidak perlu.

Babak 16 Besar (vs Mesir): Laga sengit yang berakhir dengan keunggulan 3-2 untuk Argentina ini menjadi puncak protes.

Load More