- Menkeu Purbaya mengakui adanya tantangan distribusi dan logistik program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T pada rapat DPR, Juli 2026.
- Pemerintah memberdayakan BUMDes dan UMKM lokal guna mengoptimalkan rantai pasok pangan serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan program secara menyeluruh.
- Kemenkeu melakukan pengawasan ketat melalui DJPb untuk memantau penggunaan anggaran dan perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional.
Bahkan Kemenkeu kini bisa ikut mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, (SPPG) di daerah lewat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Jika ada yang menyimpang, Purbaya bisa langsung menindaklanjuti.
"Yang jelek-jelek saya akan laporkan ke BGN, untuk dia ambil tindakan. Nah kalau (BGN) enggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu, baru saya bisa potong anggarannya," timpal dia.
Lebih lanjut Purbaya mengklaim kalau MBG pasti memiliki banyak kelemahan karena itu adalah program baru dari Pemerintah. Makanya saat itu pimpinan BGN dinilainya belum menyadari kelemahan yang ada.
"Sekarang sudah disadari dan akan diperbaiki. Jadi enggak apa-apa. Itu program yang bagus. Kita jalankan ke depan. Yang penting pelaksanaannya lebih ketat. Lebih dimonitor sekarang. Kami sudah akan monitor, dan kepala BGN yang baru setuju, minta Keuangan ikut monitor," tegas Purbaya.
Berita Terkait
-
APBN 2025 Defisit Rp670,34 Triliun, Pemerintah Beberkan Kondisi Fiskal di DPR
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
-
Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?
-
Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis
-
Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
-
IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan
-
Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham
-
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
-
Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja