Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi masyarakat miskin. [Antara/Novrian Arbi/foc]
  • Badan Pusat Statistik mencatat penduduk miskin Jawa Barat turun menjadi 6,54 persen atau 3,44 juta jiwa pada Maret 2026.
  • Gini Ratio Jawa Barat naik menjadi 0,413 akibat penambahan penduduk miskin perdesaan dan konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu.
  • Komoditas makanan mendominasi garis kemiskinan per kapita, dengan beras dan rokok kretek filter sebagai pengeluaran terbesar warga rentan.

Dominasi Komoditas dan Tantangan Ketahanan Pangan

Ilustrasi beras. [Ist]

Data BPS mengungkap bahwa garis kemiskinan di Jawa Barat kini berada di angka Rp609.790 per kapita per bulan. Menariknya, porsi makanan masih sangat dominan, yakni mencapai 74,48 persen.

Inovasi di sektor agritech dan rantai pasok pangan menjadi krusial karena beras tetap menjadi kontributor utama garis kemiskinan (21,33 persen di kota dan 26,78 persen di desa).

Selain kebutuhan pokok, rokok kretek filter secara konsisten menjadi pengeluaran terbesar kedua yang menguras dompet masyarakat rentan.

"Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, indikator kemiskinan di Jawa Barat secara umum membaik dibandingkan September 2025. Namun, indikator ketimpangan mengalami kenaikan sehingga tetap perlu menjadi perhatian serius," tegas Ari.

Dampak dan Masa Depan: Perlunya Integrasi Teknologi Digital di Desa

Melihat disparitas yang melebar antara kota dan desa, para analis ekonomi menekankan perlunya inovasi teknologi yang lebih inklusif. Peningkatan angka kemiskinan di desa sebesar 0,20 persen poin menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan peluang ekonomi baru belum menyentuh pelosok Jawa Barat secara optimal.

Kedepannya, keberhasilan Jawa Barat tidak hanya diukur dari seberapa rendah persentase kemiskinan, tetapi seberapa cerdas pemerintah menggunakan data presisi untuk menutup jurang ketimpangan.

Tanpa intervensi teknologi yang tepat sasaran di wilayah perdesaan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berisiko menjadi pertumbuhan yang tidak eksklusif.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com