BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Senin (2/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]
BACA 10 DETIK
  • Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen.
  • Kenaikan indeks harga dipicu oleh lonjakan harga kelompok makanan, transportasi, serta komoditas emas perhiasan.
  • Seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan, dengan Sulawesi Utara tertinggi dan DKI Jakarta mencatat tingkat terendah.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada bulan lalu ini utamanya ditekan oleh gejolak harga pangan, melambungnya biaya transportasi masyarakat, hingga emas perhiasan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan terbesar yakni 1,40 persen dengan tingkat inflasi kelompok mencapai 4,82 persen.

Komoditas dominan di kelompok ini meliputi cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, hingga daging sapi.

Selain itu, mobilitas masyarakat juga turut memberikan andil inflasi tahunan per Oktober 2026. Kelompok transportasi mencatatkan tingkat inflasi tahunan sebesar 4,87 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,59 persen.

"Inflasi pada kelompok transportasi terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan juga pemeliharaan atau servis serta juga mobil," ujar Ateng dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Senin (2/11/2026).

Kemudian komoditas emas perhiasan juga terus mengerek laju inflasi dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang memiliki andil umum sebesar 0,32 persen secara tahunan.

"Jadi untuk year on year, emas perhiasan masih mengalami inflasi," tambah Ateng.

Dari sisi disparitas harga spasial, BPS merekam seluruh provinsi di Indonesia kompak mengalami inflasi tahunan. Lonjakan harga tertinggi meledak di Sulawesi Utara yang menembus level 8,07 persen, sementara tingkat inflasi terendah sukses diredam di wilayah DKI Jakarta pada level 2,52 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com