Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB
Jamaah haji Indonesia bersama jamaah dari berbagai negara melakukan mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/nym]
BACA 10 DETIK
  • Rosan Roeslani menyatakan BPI Danantara akan memulai pembangunan Kampung Haji di Mekkah pada Desember 2026.
  • PT Danantara Investment Management telah merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi.
  • Proyek infrastruktur terpadu ini bertujuan meningkatkan kualitas akomodasi serta fasilitas bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus mematangkan langkah strategis dalam mewujudkan megaproyek infrastruktur pelayanan jemaah di Tanah Suci. Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa rencana pembangunan kawasan terpadu Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, akan mulai dieksekusi pada pengujung tahun ini.

Target peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek prestisius tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember 2026, menyusul rampungnya proses akuisisi lahan secara legal pada bulan Oktober lalu.

Progres signifikan terkait ekspansi investasi di sektor pelayanan haji dan umrah ini telah dilaporkan secara langsung ke meja kepala negara. Ditemui oleh awak media usai menghadiri agenda rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, Rosan memaparkan tahapan krusial yang saat ini tengah ditempuh oleh pihak manajemen beserta mitra perancang bangunan.

"Saya update terkait ditanya untuk pembangunan di Arab Saudi. Itu juga nanti dari arsiteknya rencana akan datang ke Indonesia untuk memaparkan secara komprehensif. Karena rencananya ini bisa di groundbreaking atau start pembangunannya pada bulan Desember," ungkap Rosan.

Akselerasi pembangunan Kampung Haji ini merupakan tindak lanjut nyata dari manuver bisnis lintas negara yang sukses dieksekusi oleh lengan investasi pemerintah. Sebelumnya, Danantara Indonesia melalui entitas holding investasinya, yakni PT Danantara Investment Management (DIM), secara resmi telah mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi bidang lahan seluas 4,4 hektare.

Lahan bernilai strategis tersebut berlokasi di kawasan pengembangan premium Thakher Makkah, Arab Saudi, di mana kelengkapan proses akuisisinya telah diselesaikan dan disahkan pada Minggu (18/10/2026).

Secara fundamental, inisiatif pembangunan kawasan terpadu ini diusung dengan visi besar untuk memperkuat dan mengintegrasikan ekosistem layanan penyelenggaraan ibadah haji maupun umrah.

Kehadiran infrastruktur mandiri ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang masif, terutama dalam meningkatkan standar kualitas akomodasi serta fasilitas bagi jutaan jemaah asal Indonesia yang setiap tahunnya mendominasi kuota kunjungan ke Tanah Suci.

Terintegrasinya layanan penginapan dengan preferensi budaya Nusantara diyakini akan menciptakan kenyamanan ekstra sekaligus menjaga perputaran devisa tetap berada di dalam ekosistem nasional.

Portofolio akuisisi yang telah dirampungkan oleh PT Danantara Investment Management sejatinya tidak hanya terfokus pada lahan kosong siap bangun. Ekspansi pengelolaan aset ini turut mencakup pengambilalihan hak atas properti komersial raksasa Novotel Thakher Makkah.

Properti perhotelan berskala internasional yang telah beroperasi penuh dengan kapasitas 1.461 kamar dan suite tersebut telah lebih dulu diakuisisi, di mana proses serah terimanya rampung dilakukan pada 11 Agustus 2026. Penggabungan aset hotel eksisting dengan lahan pengembangan baru seluas 4,4 hektare tersebut akan menjadi jangkar utama dari masterplan Kampung Haji.

Dalam proses realisasinya di lapangan, proyek properti internasional ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan menggandeng Al-Khomasiah, sebuah perusahaan pengembang lokal (developer) terkemuka di Arab Saudi.

Kemitraan strategis ini memainkan peran esensial tidak hanya dalam menopang kelancaran penyelesaian transaksi finansial awal, tetapi juga memastikan kokohnya legitimasi birokrasi dan kehadiran Danantara Indonesia di wilayah yurisdiksi Kerajaan Arab Saudi.

Menjelang target groundbreaking pada bulan Desember mendatang, seluruh aspek administratif dan teknis tengah dikebut penyelesaiannya oleh kedua belah pihak. Berbagai dokumen krusial yang mencakup kelengkapan studi kelayakan (feasibility study), permohonan persetujuan otoritas setempat, hingga spesifikasi perizinan zonasi yang dipersyaratkan untuk bidang lahan pengembangan tersebut akan disiapkan secara teliti.

Seluruh kerangka legal dan tata ruang pembangunan infrastruktur pelayanan jemaah ini akan diserahkan dan diproses secara periodik menyesuaikan dengan setiap tahapan pengembangan fisik yang disepakati.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com