Garuda Indonesia Mau Right Issue, Harga Dipatok Rp58-Rp68 per Saham

Kamis, 05 November 2026 | 09:06 WIB
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist
BACA 10 DETIK
  • Garuda berencana menerbitkan maksimal 248.705.613.218 saham baru Seri E dengan perkiraan harga pelaksanaan Rp58-Rp68 per saham.
  • Danantara Asset Management akan menyetorkan 82,1 miliar saham Seri B GMFI, setara 65,77 persen dari modal ditempatkan dan disetor GMFI, sebagai inbreng.
  • Rencana rights issue tahap III akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB Garuda pada Jumat, 6 November 2026.

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana menggelar aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) tahap III atau right issue. Dalam aksi itu, emiten pelat merah ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 248,7 miliar saham baru.

Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (5/11/2026), manajemen Garuda Indoensia mengungkapkan, setiap saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25. Sementara itu, perkiraan harga pelaksanaan ditetapkan pada kisaran Rp58 hingga Rp68 per saham.

Kisaran harga tersebut mempertimbangkan hasil penilaian saham oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) serta ketentuan kisaran nilai sebagaimana diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

Meski demikian, harga pelaksanaan final belum ditetapkan. Perseroan menyatakan harga tersebut akan diumumkan kemudian melalui prospektus PMHMETD III dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kantor Penjualan Tiket Garuda Indonesia.

Saham baru yang diterbitkan Garuda nantinya memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan saham Seri B, Seri C, dan Seri D yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas dividen.

Rights Issue Libatkan Saham GMFI

Dalam aksi korporasi ini, Danantara Asset Management (DAM) akan melaksanakan HMETD melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng berupa 82.100.173.900 saham Seri B PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Jumlah saham tersebut mewakili 65,77 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI.

Sementara itu, pemegang HMETD lainnya dapat melaksanakan haknya melalui penyetoran tunai sesuai ketentuan yang berlaku.

Garuda menyebut PMHMETD III merupakan bagian dari restrukturisasi penyehatan keuangan perseroan. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kondisi keuangan, mengoptimalkan pengelolaan aset, serta mendukung pengembangan bisnis.

Rencana rights issue Garuda Indonesia akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 November 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com