Gurita Bisnis Raffi Ahmad yang Gulung Tikar

Kamis, 05 November 2026 | 11:13 WIB
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, pemilik Rans Entertainment. (Instagram/raffinagita1717)
BACA 10 DETIK
  • Sejumlah bisnis Raffi Ahmad di sektor kuliner, fesyen hingga furnitur tutup.
  • Polemik RANS Carnival memicu perhatian BEI dan menambah tekanan reputasi.
  • Saham RANS ambles lebih dari 58% sejak IPO, kini berada di kisaran Rp94.

Suara.com - Bisnis yang mengandalkan popularitas selebritas ternyata tidak selalu menjanjikan keuntungan. Nama besar, jutaan pengikut di media sosial, hingga kemudahan membangun popularitas produk tidak otomatis menjamin keberlangsungan usaha. Hal ini tercermin dari perjalanan bisnis Raffi Ahmad yang sejumlah lini usahanya kini harus berhenti beroperasi alias gulung tikar.

Berdasarkan data perjalanan bisnis Raffi Ahmad, sejumlah lini usaha yang pernah dikembangkan di bawah ekosistem RANS kini telah tutup. Di sektor kuliner, terdapat RANS Nusantara Hebat, Bakmi RN, Gigieat Cake, Nagitoz, King Kong, hingga Mango Bomb.

Tidak hanya kuliner, ekspansi ke sektor gaya hidup dan ritel juga menghadapi tantangan. RA Jeans yang bergerak di bidang fesyen serta RANS Nusantara by DIO Living di sektor furnitur turut masuk dalam daftar bisnis yang berhenti beroperasi.

Persoalan ekosistem bisnis RANS juga semakin menjadi perhatian setelah penyelenggaraan RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kondisi venue RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/10/2026). (Istimewa)

Gelaran tersebut diterpa sentimen negatif dan seruan boikot atau cancel culture yang disebut berdampak pada mundurnya sejumlah tenant UMKM dan pengisi acara.

Situasi semakin ramai setelah muncul dugaan adanya pengerahan massa bayaran dengan imbalan uang tunai Rp50.000 hingga Rp100.000 serta fasilitas wahana gratis untuk meramaikan acara.

Persoalan tersebut bahkan menarik perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI), yang meminta klarifikasi kepada manajemen PT Rans Entertainment Tbk (RANS).

Manajemen RANS membantah tudingan pengerahan maupun pendanaan massa bayaran. Perseroan juga menegaskan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal.

Meski demikian, polemik tersebut menambah tantangan bagi RANS dalam menjaga kepercayaan publik. Sebab, bagi perusahaan yang mengandalkan kekuatan merek dan popularitas figur publik, persepsi konsumen menjadi salah satu aset penting yang menentukan keberlangsungan bisnis.

Raffi Ahmad tengah mendapat hujatan dari warganet karena menggelar acara Sumpah Pemuda, tetapi mengajak serta mahasiswa fiktif dan dibayar. [Instagram]

Tekanan juga terlihat dari pergerakan saham RANS di pasar modal. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia hingga Kamis (5/11/2026), saham perusahaan tersebut telah terkoreksi lebih dari 58%.

Pada perdagangan Kamis (5/11/2026), saham RANS berada di kisaran Rp94 per saham. Posisi tersebut jauh di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir sebesar Rp314 per saham.

Dalam periode satu hingga tiga bulan terakhir, saham RANS bahkan mengalami penurunan sekitar 47%-55%. Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang cukup besar terhadap valuasi perusahaan di tengah berbagai sentimen yang membayangi ekosistem bisnisnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com